Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Remaja 13 Tahun Berhasil Selamat dari Pembantai di Meksiko

Kamis 07 Nov 2019 07:41 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Esthi Maharani

Police Line

Police Line

Foto: [ist]
Ia diserang oleh orang yang diduga pembunuh bayaran kartel narkoba

REPUBLIKA.CO.ID, BAVISPE -- Setelah melihat pelaku penembakan membunuh ibu dan dua orang saudara laki-lakinya, Devin Langford yang baru berusia 13 tahun menyembunyikan enam saudaranya yang lain di semak-semak. Lalu ia berjalan berkilo-kilometer di utara Meksiko yang luas untuk meminta bantuan.

Kejadian mengerikan menerpa tiga anggota keluarga Mormon Meksiko-Amerika. Mereka diserang oleh orang yang diduga pembunuh bayaran kartel narkoba. Ada tiga orang perempuan dan enam orang anak-anak yang turut menjadi korban dalam serangan ini.

Keluarga tersebut adalah komunitas Mormon yang bermukim di utara Meksiko berpuluh tahun lalu. Serangan terjadi saat mereka sedang berkendaraan di negara bagian Sonora. Devin tidak terluka saat serangan terjadi. Tapi ia berjalan sejauh 23 kilometer di pegunungan yang terjal untuk mencari bantuan.

"Setelah melihat ibunya dan saudara laki-lakinya ditembak mati, putra Dawna (Langdord) Devin menyembunyikan enam saudaranya yang lain di semak-semak dan menutup mereka dengan ranting sementara ia mencari bantuan," kata negara bagian, Kamis (7/11).

Selama 11 jam kerabat korban tidak mengetahui kejadian ini. Tiga orang ibu dan 14 anak berada di tiga mobil yang meninggalkan desa kecil di Sonora. Mereka akan menemui kerabat mereka yang tinggal di negara bagian Chihuahua dan Phoenix, Arizona, Amerika Serikat (AS).

Pembunuhan ini memicu Presiden AS Donald Trump mengajak Meksiko menggabungkan upaya memerangi kartel narkoba yang telah menyebabkan ketakutan setelah pembunuhan masal dalam beberapa pekan terakhir. Sebagai pembelaannya Meksiko meminta pemerintah AS untuk membantu menghentikan peredaran senjata yang masuk melalui perbatasan sebelah selatan.

Kerabat para korban menepis gagasan ibu dan anak itu korban salah sasaran. Pihak berwenang mengatakan di lokasi kejadian ada 200 selosong peluru jenis militer. Para ibu dari keluarga Langford, Miller dan Johnson membawa mobil SUV yang terpisah saat pelakukan melepas tembakan. Tiga ibu itu tewas dalam pembantaian.

Saudara Devin paling kecil, Oliver yang baru 9 bulan tertembak di dada, Cody yang berusia 8 tahun memiliki luka di rahang dan kaki, sementara Xander yang berusia 4 tahun tertembak di punggung. Trevor yang berusia 11 tahun dan Rogan, 2 tahun terbaring tewas.

Devin tidak berhasil kembali, saudarinya McKenzie yang terluka di tangan mencarinya dan berjalan sejauh 10 mil sebelum tersesat dalam gelap. Tim pencari yang menemukannya. Saudarinya yang lain Kylie tertembak di kaki sementara Ryder tidak terluka. 

Di dekat keluarga Langford ada keluarga Miller. Serangan itu menewaskan ibu, Rhonita dan empat orang anak keluarga Miller. Termasuk bayi kembar yang baru berusia 8 bulan yakni Titus dan Tiana.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA