Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Mantan Karyawan Twitter Didakwa Jadi Mata-Mata untuk Saudi

Kamis 07 Nov 2019 08:01 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Twitter. Ilustrasi

Twitter. Ilustrasi

Foto: Foxnews
Dua mantan karyawan Twitter didakwa memata-matai pengguna yang kritis terhadap Saudi.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) mengatakan, dua mantan karyawan Twitter dan satu tersangka lain telah didakwa di Pengadilan Federal San Francisco karena memata-matai pengguna Twitter yang kritis terhadap keluarga Kerajaan Saudi. Mereka merupakan dua warga Saudi dan satu warga negara AS.

Baca Juga

Mereka diduga bekerja bersama untuk membuka kedok rincian kepemilikan di balik akun Twitter pembangkang pemerintah di Riyadh dan keluarga kerajaan. Menurut pengajuan pengadilan, mereka dipimpin oleh seorang pejabat Saudi yang tidak disebutkan namanya untuk seseorang jaksa yang ditunjuk sebagai "Anggota Keluarga-1". Washington Post menilai itu adalah Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman.

Mereka yang dituntut adalah karyawan Twitter Ali Alzabarah dan Ahmad Abouammo, bersama dengan Ahmed Amutairi seorang pejabat pemasaran yang memiliki hubungan dengan keluarga kerajaan. Jaksa AS David Anderson mengatakan, pengaduan kriminal menuduh agen Saudi mencuri sistem internal Twitter untuk informasi pribadi tentang kritik terhadap Saudi dan ribuan pengguna Twitter lainnya.

"Hukum AS melindungi perusahaan AS dari gangguan asing yang melanggar hukum. Kami tidak akan membiarkan perusahaan AS atau teknologi AS menjadi alat penindasan asing yang melanggar hukum AS," katanya dalam sebuah pernyataan seperti dikutip laman Aljazirah, Kamis (7/11).

Gugatan tersebut muncul ketika hubungan AS-Saudi terus mengalami ketegangan terkait pembunuhan brutal wartawan Saudi Jamal Khashoggi. Seorang kritikus Putra Mahkota Mohammed, Khashoggi dibunuh dan dimutilasi di dalam konsulat Saudi di Istanbul. Menurut Washington Post, intelijen AS telah menyimpulkan bahwa sang pangeran sendiri terkait erat dengan pembunuhan itu.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA