Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Selasa, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Menhan Kolombia Mundur Akibat Skandal Operasi Militer

Kamis 07 Nov 2019 09:25 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Presiden Kolombia Ivan Duque

Presiden Kolombia Ivan Duque

Foto: reuters
Menhan Kolombia dituduh menyembunyikan informasi korban anak di operasi militer.

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOTA -- Menteri Pertahanan Kolombia Guillermo Botero mengatakan ia akan mengundurkan diri karena pembunuhan ekstrayudisial dan tekanan Kongres yang memintanya mundur.

Baca Juga

Botero seorang pengusaha 71 tahun terpukul oleh skandal-skandal tersebut. Pada pekan ini, para senator menuduhnya menyembunyikan informasi tentang anak-anak yang terbunuh dalam pengemboman yang ditunjukan kepada pemberontak Revolutionary Armed Forces of Colombia (FARC).

Botero mengatakan operasi yang dilakukan militer sah dan mereka tidak mengetahui ada anak-anak di dalam kamp FARC. Diyakini ada delapan anak yang tewas dalam peristiwa itu.

"Sudah menjadi tugas saya sebagai menteri pertahanan untuk membaca iklim politik dengan tepat, yang mana artinya mengapa saya memutuskan untuk menyerahkan pengunduran diri saya," kata Botero dalam surat yang diunggah Kementerian Pertahanan Kolombia di Twitter, Kamis (7/11).

Orang-orang yang menentang Botero menuduhnya membunuh dua orang mantan anggota FARC yang ditahan militer. Mereka mengatakan meningkatnya pelanggaran hak asasi manusia menunjukan Botero tidak sesuai dengan jabatannya saat ini.

Pada September, pemerintah terpaksa mempertahankan laporan militer yang mengatakan pemerintah Venezuela mendukung kelompok geriliyawan dan penyelundup narkoba. Setelah pemerintah Kolombia mengakui foto yang dipublikasikan media diambil di Kolombia bukan Venezuela.

Partai kiri dan moderat yang sebelumnya mendukung Botero mengatakan mereka mendukung langkah kongres terhadap Botero. Langkah tersebut mewajibkan pemerintahan Presiden Ivan Duque menyingkirkan Botero.

Duque tidak memiliki suara mayoritas maupun kekuasan di parlemen untuk melindungi posisi Botero. Duque hanya didukung partainya sendiri dan Partai Konservatif. Jika Botero dipaksa mundur ia akan menjadi menteri pertama di Kolombia yang disingkirkan kecaman Kongres. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA