Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Tuesday, 15 Rabiul Awwal 1441 / 12 November 2019

Polisi Inggris Pastikan 39 Mayat di Truk Warga Vietnam

Jumat 08 Nov 2019 09:57 WIB

Red: Ani Nursalikah

Polisi forensik di lokasi temuan truk kontainer dimana di dalamnya terdapat 39 jenazah di Thurrock, Inggris Selatan, Rabu (23/10).

Polisi forensik di lokasi temuan truk kontainer dimana di dalamnya terdapat 39 jenazah di Thurrock, Inggris Selatan, Rabu (23/10).

Foto: AP Photo/Alastair Grant
Para korban berasal dari enam provinsi di Vietnam.

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Seluruh 39 orang yang ditemukan tak bernyawa di bagian belakang sebuah truk berpendingin dipastikan berasal dari Vietnam. Polisi juga telah secara resmi memastikan jati diri mereka.

Kepolisian Inggris telah bekerja sama dengan otoritas Vietnam dalam mengidentifikasi jenazah 31 laki-laki dan delapan perempuan itu. Semua keluarga korban sudah diberi kabar.

Menurut keterangan Kementerian Keamanan Masyarakat Vietnam dalam pernyataan, para korban berasal dari enam provinsi di Vietnam, yaitu Haiphong, Hai Duong, Nghe An, Ha Tinh, Quang Binh dan Hue. Kepolisian Inggris Raya mengatakan mereka sudah memastikan jati diri seluruh jenazah.

Ketiga puluh sembilan jasad ditemukan di dalam sebuah kontainer truk di suatu kawasan industri dekat London pada 23 Oktober dini hari, setelah truk itu tiba dari Zeebrugge, Belgia. Kontainer tersebut dijemput di dermaga Purfleet di London Timur.

Polisi sebelumnya mengatakan para korban jiwa itu diyakini berkewarganegaraan China. Si pengemudi truk sudah didakwa dengan 39 macam kejahatan, terdiri dari pembunuhan, persekongkolan dalam perdagangan manusia serta pencucian uang.

Delapan orang ditangkap awal pekan ini oleh kepolisian Vietnam sehingga jumlah total orang-orang yang ditahan menjadi 10. Kepolisian Inggris juga sedang memburu dua kakak-beradik dari Irlandia Utara. Penemuan 39 jenazah tersebut menyoroti praktik perdagangan terlarang, yang membawa orang-orang miskin dari Asia, Afrika dan Timur Tengah dengan perjalanan berbahaya ke negara-negara Barat.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA