Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Evo Morales Mengaku Dikejar Polisi Bolivia Setelah Mundur

Senin 11 Nov 2019 12:08 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Presiden Bolivia Evo Morales mengundurkan diri setelah kisruh politik dan demonstrasi. Morales berbicara di hanggar kepresidenan di El Alto, Bolivia, Ahad (10/11).

Presiden Bolivia Evo Morales mengundurkan diri setelah kisruh politik dan demonstrasi. Morales berbicara di hanggar kepresidenan di El Alto, Bolivia, Ahad (10/11).

Foto: Enzo De Luca/Agencia Boliviana de Informacion via AP
Presiden Bolivia Evo Morales mundur dari jabatannya setelah didesak militer.

REPUBLIKA.CO.ID, LA PAZ -- Presiden Bolivia Evo Morales yang baru mengumumkan mengundurkan diri menyatakan sedang dikejar oleh polisi. Dia mengaku, petugas keamanan mencoba untuk menangkapnya, Ahad (10/11).

Baca Juga

"Saya melaporkan kepada dunia dan orang-orang Bolivia, seorang petugas polisi secara terbuka mengumumkan, dia memiliki instruksi untuk melaksanakan perintah penangkapan yang melanggar hukum terhadap saya. Selain itu, kelompok-kelompok kekerasan juga menyerbu rumah saya," ujar sosok yang keberadaannya tidak diketahui itu melalui Twitter.

Penyusup bersenjata disebut masuk ke rumah Morales di Cochabamba. Namun, Jenderal Polisi Yuri Calderon membantah ada perintah penangkapan yang dikeluarkan untuk pemimpin yang mengundurkan diri itu. Dia menyebut rumor semacam itu adalah berita palsu.

Pemerintah Meksiko melaporkan, pada Ahad malam, sebanyak 20 anggota cabang eksekutif dan legislatif Bolivia berada di kediaman resmi Meksiko di ibu kota mencari suaka. Menteri Luar Negeri Meksiko Marcelo Ebrard mengatakan, Meksiko akan menawarkan suaka kepada Morales jika diminta. Namun, tidak ada indikasi Morales telah melakukan itu.

Sebelumnya, Ebrard mengkritik keterlibatan militer Bolivia dalam krisis yang mendesak Morales untuk mengundurkan diri. Dia mengatakan, Meksiko menolak sikap tersebut.

"Meksiko akan mempertahankan posisinya untuk menghormati demokrasi dan institusi, tidak kudeta," ujar Ebrard.

Profesor ilmu politik dan studi Amerika Latin di University of Arizona Jennifer Cyr mengatakan keprihatinan tentang komandan militer yang meminta Morales untuk mengundurkan diri. Sikap tersebut dinilai sangat mengganggu dan menyedihkan.

Kepala Angkatan Bersenjata Bolivia Jenderal Williams Kaliman mengatakan, militer telah diminta untuk mundur dalam membantu memulihkan stabilitas setelah berpekan-pekan terjadi protes. "Setelah menganalisis situasi konflik internal, kami meminta presiden untuk mengundurkan diri, memungkinkan perdamaian dipulihkan dan stabilitas dipertahankan untuk kebaikan Bolivia," kata Kaliman sesaat sebelum Morales mengumumkan pengunduran diri.

Tekanan pada Morales meningkat signifikan sejak Sabtu. Ketika itu polisi yang berjaga di luar istana presiden meninggalkan pos dan petugas polisi mundur ke barak di setidaknya tiga kota.

Kantor berita negara ABI mengatakan Morales mengumumkan pengunduran dirinya dari Provinsi Chapare, di mana ia memulai karirnya sebagai pemimpin serikat pekerja. Di akhir pidatonya, dia mengatakan akan kembali ke Chapare.

"Saya kembali ke orang-orang saya yang tidak pernah meninggalkan saya. Pertarungan berlanjut," kata pemimpin pribumi Bolivia pertama yang sudah menjabat selama 14 tahun itu.

Morales pertama kali dipilih pada 2006 dan melanjutkan kepemimpinannya pada saat ekonomi didorong oleh harga komoditas di negara termiskin di Amerika Selatan itu. Mantan pemimpin serikat petani yang agresif tersebut membuka jalan, mengirim satelit pertama Bolivia ke luar angkasa, dan mengendalikan inflasi.

Morales pun mencalonkan diri untuk masa jabatan keempat setelah menolak untuk mematuhi hasil referendum yang membatasi masa jabatan presiden. Dia dapat mencalonkan diri karena pengadilan konstitusi Bolivia tidak mengizinkan batasan tersebut.

Setelah pemungutan suara 20 Oktober, secara tiba-tiba proses penghitungan suara berhenti dan Morales menyatakan dirinya sebagai pemenang, bahkan ketika hasil resmi menunjukkan perolehan suara yang sangat tipis dengan hasil pemimpin oposisi dan mantan presiden Carlos Mesa. Selang 24 jam, hasil menunjukkan Morales menang dengan selisih 10 poin dan membuat tuduhan kecurangan membesar. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA