Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Sabtu, 10 Rabiul Akhir 1441 / 07 Desember 2019

Pendiri White Helmets Meninggal di Turki

Selasa 12 Nov 2019 07:22 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Pendiri White Helmets James Le Mesurier meninggal dunia, Senin (11/11).

Pendiri White Helmets James Le Mesurier meninggal dunia, Senin (11/11).

Foto: James Le Mesurier/Twitter
Mesurier diyakini jatuh dari balkonnya.

REPUBLIKA.CO.ID, ISTAMBUL -- Pendiri White Helmets James Le Mesurier meninggal dunia, Senin (11/11). Dia ditemukan tidak bernyawa di dekat rumahnya di Istanbul, Turki. Penyebab kematiannya belum diketahui.

Diansir di BBC, jasad Le Mesurier ditemukan sekitar pukul 04.30 waktu setempat di jalan dekat rumah dan kantornya di distrik Beyoglu Istanbul. Dia ditemukan mengalami patah tulang di kepala dan kakinya dan diyakini jatuh dari balkonnya. Untuk mengetahui pasti penyebab meninggal Le Mesurier, Turki akan melakukan investigasi mendalam.

White Helmets mengatakan dalam sebuah kicauan di Twitter, kelompok itu baru mengetahui berita tersebut dan merasa terkejut sekaligus sedih tentang kematian Le Mesurier. "Ini benar-benar tragis. Dia adalah satu dari sedikit orang yang telah membuat jejak kemanusiaan di Suriah," ujar Direktur kelompok Doctors Under Fire dan seorang teman Le Mesurier Hamish de Bretton-Gordon.

De Bretton-Gordon mengatakan, White Helmets memiliki struktur yang sangat kuat dan pekerjaan yang dilakukan akan terus berlanjut. Namun, kepergian Le Mesurier telah meninggalkan kekosongan besar.

Le Mesurier merupakan mantan perwira Angkatan Darat Inggris yang mendapatkan tanda kehormatan Bintang Kekaisaran Britania Raya (OBE) 2016 dari Ratu Elizabeth II. Penghargaan itu diberikan karena pekerjaannya dengan kelompok pertahanan sipil White Helmets di Suriah.

Pria yang meninggal di usia sekitar 40-an ini pun membentuk kelompok tanggap darurat Penyelamatan Mayday, yang membantu melatih sukarelawan White Helmets. Organisasi yang dikenal sebagai Pertahanan Sipil Suriah, membantu menyelamatkan warga sipil yang terperangkap dalam serangan di wilayah-wilayah Suriah yang dikendalikan oleh oposisi Presiden Bashar al-Assad.

Pada 2016, organisasi ini menerima Penghargaan Right Livelihood Award sebagai pengakuan atas keberanian, belas kasih, dan keterlibatan kemanusiaan yang luar biasa dalam menyelamatkan warga sipil. Pada tahun yang sama kelompok itu pun dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian.

Tapi, pemerintah Suriah dan sekutunya Rusia dan Iran telah menuduh White Helmets secara terbuka membantu organisasi teroris. Bahkan, kementerian luar negeri Rusia pekan lalu menuduh Le Mesurier sebagai mantan agen Dinas Intelijen Rahasia Inggris, yang lebih dikenal sebagai MI6.

Tuduhan Rusia disanggah keras oleh duta besar Inggris untuk PBB Karen Pierce. "Tuduhan Rusia terhadapnya, yang keluar dari kementerian luar negeri bahwa dia adalah seorang mata-mata, pasti tidak benar," katanya.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA