Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Uni Eropa Luncurkan 13 Proyek Pertahanan Baru

Rabu 13 Nov 2019 04:24 WIB

Rep: Karman Dikarma/ Red: Agung Sasongko

Uni Eropa

Uni Eropa

Foto: AP
Sekitar 47 proyek pertahanan bersama Uni Eropa.

REPUBLIKA.CO.ID, BRUSSELS -- Uni Eropa (UE) telah memberi sinyal untuk memulai 13 proyek pertahanan baru, Selasa (12/11). Hal itu dilakukan guna mengurangi ketergantungan negara-negara Benua Biru terhadap produk militer Amerika Serikat (AS). 

Di bawah kesepakatan yang disetujui para menteri pertahanan negara anggota Uni Eropa, proyek pertahanan akan dimulai dengan mengembangkan kapal perang patroli, senjata pengacau elektronik untuk pesawat terbang, dan teknologi pelacak rudal balistik. 

Sekitar 47 proyek pertahanan bersama Uni Eropa kini sedang dikerjakan setelah penandatanganan pakta oleh Prancis, Jerman, dan 23 negara lainnya pada akhir 2017. Setiap persenjataan baru di darat, laut, dan udara, termasuk pertahanan dunia maya, dapat diserahkan pada NATO. 

Proyek-proyek itu memakan waktu berbulan-bulan negosiasi. Tapi pekan lalu, Presiden Prancis Emmanuel Macron menekankan keinginannya untuk memperdalam kolaborasi pertahanan Uni Eropa. Sebab menurutnya aliansi pertahanan NATO yang dipimpin AS sedang sekarat. 

Macron telah menyatakan keraguan tentang pepatah keamanan NATO bahwa serangan terhadap satu sekutu adalah serangan kepada semua. Namun banyak sekutu Eropa menolak pengambarannya tentang NATO yang akan mengadakan pertemuan puncak pada 4 Desember mendatang. 

Menteri Pertahanan Prancis Florence Parly menilai memang sudah semestinya negara anggota Uni Eropa mulai mengembangkan persenjataan dan militernya sendiri. "Kita tidak cukup berinvestasi (dalam pertahanan) dan investasi itu tidak cukup efisien," katanya seraya mengutip 20 jenis pesawat tempur di Uni Eropa dibandingkan enam pesawat milik AS. 

Dalam perencanaan pertahanan, operasi, dan pengembangan senjata Eropa, Prancis diperkirakan mengambil peran atau porsi lebih besar. Dari 47 proyek, Paris memikul 60 persen bagiannya.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA