Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Pertama Kali Aramco Tunjuk Perempuan Jadi Kepala Kantor

Rabu 13 Nov 2019 12:46 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Ani Nursalikah

Fasilitas minyak Aramco di Jubeil, 600 kilometer dari Riyadh, Arab Saudi. Foto diambil 3 Mei 2009.

Fasilitas minyak Aramco di Jubeil, 600 kilometer dari Riyadh, Arab Saudi. Foto diambil 3 Mei 2009.

Foto: AP Photo/Hassan Ammar
Marwa al-Khuzaim akan menjadi kepala kantor perwakilan Aramco di Singapura.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Sebelum melepaskan saham ke pasar, untuk pertama kalinya perusahaan minyak raksasa Aramco, menunjuk perempuan sebagai kepala perwakilan di luar negeri. Hal tersebut diungkapkan dua sumber yang mengetahui tentang penunjukan ini.

Pada Rabu (13/11) dua sumber tersebut mengatakan Marwa al-Khuzaim akan menjadi kepala kantor perwakilan Aramco di Singapura. Kabarnya ia akan menggantikan Nader al-Arfaj pada Desember mendatang.

Berdasarkan profil di situs jaringan LinkedId saat ini al-Khuzaim menjabat sebagai direktur rantai pasokan di Aramco Chemicals Company, salah satu unit dari perusahaan paling menguntungkan di dunia itu. Aramco belum menjawab permintaan komentar tentang kabar ini.

Baca Juga

Munculnya kabar penunjukan al-Khuzaim bertepatan menjelang Aramco mulai melakukan Intial Public Offering (IPO) pada 17 November mendatang. Pada 10 November lalu Aramco merilis prospektus sebagai dasar informasi bagi  investor yang ingin membeli saham perusahaan

Aramco menawarkan 0,5 persen saham kepada investor individu. Belum diketahui berapa yang akan ditawarkan kepada investor institusional.

Kemungkinan besar saham yang dijual oleh Aramco kurang dari dua persen. Tapi tetap akan menarik banyak perhatian dan menjadi Initial Public Offering (IPO) terbesar di dunia.

Aramco adalah produsen minyak dan gas kerajaan Arab Saudi. Perusahaan ini menghasilkan 10 juta barel per hari atau setara dengan 10 persen permintaan global.

Masih ada pertanyaan tentang valuasi dan berapa banyak saham perusahaan itu akan dijual ke bursa saham Arab Saudi, Tadawul. Tapi besar dan cadangan minyak perusahaan itu tetap sangat menarik bagi investor potensial.   

Keuntungan bersih perusahaan minyak dan gas tersebut pada tahun lalu sebesar 111 miliar dolar AS. Lebih besar dibandingkan gabungan keuntungan Apple, perusahaan energi Belanda Shell dan perusahaan energi Amerika Serikat (AS) Exxon Mobil.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA