Kamis 14 Nov 2019 13:53 WIB

Xi Jinping Undang Narendra Modi Kunjungi Cina

Xi Jinping dan Narendra Modi bersengketa mengenai wilayah Kashmir.

Red: Nur Aini
Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi bersalaman di Mamallapuram, India.
Foto: Press Information Bureau via AP
Presiden Cina Xi Jinping dan Perdana Menteri India Narendra Modi bersalaman di Mamallapuram, India.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Presiden Cina Xi Jinping mengundang Perdana Menteri India Narendra Modi untuk mengunjungi Cina lagi tahun depan. Hal itu diutarakan setelah dua pertemuan puncak informal antara kedua pria itu di negara masing-masing, meskipun ada perbedaan pendapat yang mendalam mengenai wilayah Kashmir yang disengketakan.

Xi dan Modi bertemu di India selatan bulan lalu, setelah pertemuan puncak informal pertama mereka di Cina tahun lalu. Keduanya berusaha untuk menempatkan hubungan mereka yang sering sangat tegang, kembali ke jalurnya.

Tetapi lebih dari dua minggu kemudian, kedua negara jatuh ke dalam sengketa diplomatik atas Kashmir. India secara resmi mencabut otonomi konstitusi negara dan membaginya menjadi dua wilayah federal dalam upaya untuk mengintegrasikannya sepenuhnya ke India.

Pada pertemuan di Brasil di sela-sela pertemuan negara-negara BRICS yaitu Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, Xi mengatakan kepada Modi bahwa dia bersedia mempertahankan komunikasi yang erat "untuk memandu perkembangan hubungan Cina-India yang lebih baik dan lebih stabil."

Keduanya harus "meningkatkan rasa saling percaya politik, mengelola perbedaan dengan tepat dan memperluas kerja sama praktis untuk memandu perkembangan hubungan bilateral yang lebih baik dan lebih stabil," kata Xi, menurut pernyataan Kementerian Luar Negeri Cina yang dirilis pada Kamis.

"2020 akan segera datang, dan saya berharap hubungan Cina-India akan mencapai perkembangan baru dan lebih besar di tahun baru," pernyataan Xi yang dikutip . "Saya menyambut Anda untuk datang ke Cina untuk pertemuan lain tahun depan." Pernyataan Cina tidak menyebutkan Kashmir.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement