Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Penembakan Massal di Pesta Halloween, Lima Meninggal Dunia

Sabtu 16 Nov 2019 00:25 WIB

Rep: Nugroho Habibi/ Red: Nidia Zuraya

Senjata api (Ilustrasi)

Senjata api (Ilustrasi)

Polisi mengamankan empat pelaku dalam insiden penembakan massal di pesta Halloween.

REPUBLIKA.CO.ID, ORINDA -- Kantor Sheriff Contra Costa County mengamankan empat pria atas insiden penembakan massal di pesta Halloween yang diadakan di rumah sewa Airbnb di California, Amerika Serikat. Mereka diduga sebagai pelaku penembakan brutal di tragedi tersebut.

Diketahui, lima orang meninggal dunia dan sejumlah orang luka-luka akibat penembakan pada Kamis (31/10). Sedangkan, sekitar 100 pengunjung Airbnb berhamburan menyelamatkan diri di Orinda, pinggiran Kota San Francisco.

Empat pelaku yang berhasil di tangkap pada Kamis (14/11) yakni, Lebraun Tyree Wallace (28 tahun), Shamron Joshua Mitchell (30 tahun), Jaquez Deshawn Sweeney (20 tahun) dan Jason D Iles (20 tahun). Keempatnya ditangkap atas tuduhan pembunuhan dan konspirasi.

Sementara, satu tersangka lain yakni Devin Isiah Williamson (21 tahun) juga turut diamankan dan diduga turut terlibat. Namun, dia masih dapat bebas dengan uang jaminan senilai 500 ribu dolar AS.

Pihak Kantor Sheriff Contra Costa County belum menjelaskan motif penembakan brutal tersebut. Namun, mereka menemukan senjata api yang diduga milik dua dari lima korban yang meninggal.

"Penyelidik menemukan dua korban merupakan orang bersenjata, yang mungkin berperan dalam tragedi ini," kata Sheriff David Livingston, dari The Associated Press, Kamis (14/11).

CEO Airbnb, Brian Chesky mengatakan, perusahaannya mengambil tindakan terhadap pihak yang tidak berwenang. Dalam serangkaian cicitan di Twitter, Chesky mengatakan perusahaan yang berbasis di San Francisco itu memperluas penyaringan manual reservasi yang "berisiko tinggi", dan akan mengusir tamu yang gagal mematuhi kebijakan yang melarang pesta di rumah sewaan Airbnb.

Dia juga mengatakan, perusahaan membentuk tim respon cepat ketika keluhan oleh pihak yang tidak sah masuk. "Kita harus berbuat lebih baik, dan kita akan melakukannya. Ini tidak bisa diterima," kata Chesky, Ahad (3/11).


Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA