Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Turki: Milisi Kurdi Bom Kota Al-Bab Suriah

Sabtu 16 Nov 2019 19:43 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Pasukan Turki memasuki wilayah Manbij, Suriah. Manbij merupakan wilayah Kurdi yang ditinggalkan oleh Pasukan AS.

Pasukan Turki memasuki wilayah Manbij, Suriah. Manbij merupakan wilayah Kurdi yang ditinggalkan oleh Pasukan AS.

Foto: Ugur Can/DHA via AP
Sebanyak 10 orang meninggal akibat serangan bom di Kota Al-Bab Suriah.

REPUBLIKA.CO.ID, DAMASKUS -- Serangan bom menewaskan 10 orang di kota Al-Bab, Suriah dekat perabtasan Turki, Sabtu (16/11) waktu setempat. Awalnya, belum jelas siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Namun, Kementerian Pertahanan Turki mengatakan, serangan bom mobil dilancarakn milisi Kurdi Suriah yang juga menyebabkan lebih dari 15 orang terluka. Kantor berita Turki Anadolu Agency mencatat korban meninggal bertambah menjadi 18 orang, dan sedikitnya 30 orang terluka dalam serangan tersebut. Mobil dan bangunan di sekitar ledakan juga mengalami kerusakan parah.

Turki dan sekutu pemberontak Suriah sejauh ini memang telah melancarkan tiga serangan terpisah di Suriah utara terhadap ISIS dan milis Kurdi YPG. Ankara memandang YPG, komponen utama Pasukan Demokratik Suriah (SDF) yang didukung AS itu adalah kelompok teroris yang terkait dengan PKK.

Dalam sebuah pernyataan di Twitter, Kementerian Pertahanan mengatakan YPG telah meledakkan bom mobil di terminal bus Al-Bab dan menewaskan 10 orang.

"Teroris yang tidak manusiawi dan tidak beradab PKK / YPG terus menargetkan warga sipil tak berdosa menggunakan metode yang sama seperti ISIS," kata kementerian itu.

Serangan terbaru Turki secara luas dikutuk oleh sekutu Barat Ankara, yang mengatakan serangan itu dapat menghambat perang melawan ISIS di Suriah. Turki mengatakan akan terus memerangi ISIS.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA