Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Jumat, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 Desember 2019

Sekolah di Australia Ditutup Akibat Ancaman Kebakaran Hutan

Selasa 19 Nov 2019 01:35 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Kebakaran hutan terbaru di Australia

Kebakaran hutan terbaru di Australia

Foto: Reuters
Puluhan sekolah di Australia ditutup karena udara panas mengancam kebakaran hutan.

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Sebanyak 26 sekolah di negara bagian New South Wales (NSW) ditutup karena ancaman kebakaran hutan, Senin (18/11). Departemen Pendidikan NSW menginformasikan orang tua dan wali siswa di daerah yang terkena dampak kebakaran hutan tentang penutupan sekolah.

Baca Juga

"NSW Rural Fire Service membuat keputusan tentang status sekolah masing-masing, namun orang tua dapat memilih untuk tidak mengirim anak-anak mereka ke sekolah jika mereka memiliki pengaturan pengawasan lain," ujar Departemen Pendidikan NSW seperti dikutip 10 Daily News, Senin (18/11).

Pada Ahad (17/11), semua sekolah independen dan Katolik di NSW awalnya diharapkan akan beroperasi pada Senin, namun Departemen menyarankan orang tua dan wali untuk secara teratur memeriksa pembaruan informasi. Dikutip Guardian, pekan lalu lebih dari 575 sekolah di NSW ditutup.

Di Australia Barat, 36 titik lokasi dilanda akhir pekan yang sangat panas termasuk di Perth. Kini, udara panas bergerak menuju negara-negara bagian timur.

Perth tercatat di antara kota yang mendapatkan suhu tertinggi mencapai 40,4 derajat celcius pada Sabtu lalu. Di kota Morawa, bagian barat tengah Australia, suhu udara tercatat mencapai 45 derajat celsius. Sementara, wilayah Dalwallinu menduduki peringkat teratas di 43,5 derajat celsius.

"Sebuah palung terletak di dekat pantai barat pada Sabtu dan itu menyeret beberapa suhu panas yang belum pernah terjadi sebelumnya dari bagian utara negara bagian ke barat daya termasuk wilayah metro (yang menghasilkan) rekor suhu tertinggi November," kata peramal cuaca di BOM Steph Bond seperti dikutip ABC News, Senin.

"Palung itu bergerak ke pedalaman pada Sabtu malam yang menyebabkan udara panas itu bergerak ke Goldfields dan bagian tenggara negara bagian," ujarnya menambahkan.

Dari pertengahan pekan hingga akhir pekan, sebagian besar pedalaman NSW dan Queensland Selatan akan berada dalam cengkeraman gelombang panas dari intensitas rendah hingga parah. Hal itu meningkatkan bahaya kebakaran di daerah-daerah yang telah terkena dampak kebakaran hutan. NSW Rural Fire Service mengkonfirmasi 476 rumah telah hancur di NSW sejak awal musim kebakaran dan lebih dari 1,6 juta hektare telah terbakar.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA