Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Dubes AS Komentari Permukiman Ilegal Israel

Rabu 20 Nov 2019 05:30 WIB

Red: Ani Nursalikah

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr.

Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R Donovan Jr.

Foto: Republika/Putra M. Akbar
Dubes AS berkomitmen menemukan perdamaian yang langgeng di Palestina-Israel.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Duta Besar Amerika Serikat (AS) untuk Indonesia Joseph R Donovan Jr menanggapi pernyataan Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo yang mendukung hak Israel membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat, wilayah Palestina yang diduduki Israel.

Menurut Dubes Donovan, AS berkomitmen terus menemukan perdamaian yang langgeng di Timur Tengah, di mana hal itu tentu melibatkan Israel dan Palestina.

"Saya hanya dapat berbicara secara umum tentang hal itu, dan pemikiran terpenting yang dapat saya sampaikan kepada Anda, AS tetap berkomitmen menemukan perdamaian yang bermakna dan langgeng di Timur Tengah, ini kita harus terlibat dengan Israel, rakyat Palestina," katanya kepada wartawan di kediamannya di Jakarta, Selasa (19/11).

Menurut Donovan, para pemangku kepentingan di AS, mulai dari presiden hingga menteri-menterinya telah bekerja dengan sangat keras mencari solusi bermakna. "Kadang ada kemajuan, tapi kadang juga tidak. Kami terus mencoba berbagai cara," ujarnya.

Donovan menuturkan dalam 20 tahun terakhir, AS telah menggelontorkan lebih dari 7 miliar dolar AS untuk membantu rakyat Palestina. "Saya rasa hal itu menunjukkan kami mencoba melakukan sesuatu. Tidak selalu berhasil, tapi kuncinya kami berkomitmen mencari kedamaian yang bermakna dan langgeng di Timur Tengah," katanya.

Donovan menambahkan, akan terus bekerja sama dengan Indonesia untuk mewujudkan kedamaian di Timur Tengah. "Tentu saja, Indonesia adalah salah satu anggota Dewan Keamanan PBB," ujarnya.

Sebelumnya, Indonesia menolak pernyataan Amerika Serikat (AS) yang mendukung hak Israel untuk membangun permukiman Yahudi di Tepi Barat.

“Tentunya kita tidak bisa terima karena ini bertentangan dengan hukum internasional dan bertentangan dengan seluruh resolusi Dewan Keamanan (DK) PBB,” kata Menteri Luar Negeri Retno Marsudi saat menyampaikan pidato kunci dalam Rakernas Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia bidang Hubungan Internasional di Jakarta, Selasa.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA