Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Dukungan Donald Trump untuk Israel Tindas Palestina

Kamis 21 Nov 2019 06:02 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Nur Aini

Presiden AS Donald Trump

Presiden AS Donald Trump

Foto: AP Photo/Evan Vucci
Sejumlah kebijakan Donald Trump mendukung tindakan ilegal Israel di wilayah Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Amerika Serikat (AS) kini menganggap permukiman Israel di Tepi Barat sebagai sesuatu yang ilegal. Padahal selama ini permukiman Israel terus menggerogoti wilayah Palesina yang juga berkali-kali dikecam komunitas internasional.

Baca Juga

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengatakan, AS tidak akan lagi mematuhi hukum Departemen Luar Negeri 1978 yang dinilainya tidak konsisten dengan hukum internasional.

"Setelah mendalami dengan seksama semua sisi dari debat hukum, pemerintah ini setuju (pendirian) permukiman sipil Israel di Tepi Barat, pada dasarnya tidak konsisten dengan hukum internasional," kata Pompeo dikutip Aljazirah.

Langkah AS itu juga merupakan kontroversi terbaru dari serangkaian tindakan AS terhadap rakyat Palestina dan kepemimpinan mereka. Langkah itu datang di tengah hubungan yang memburuk antara AS dan Palestina, terutama setelah pengakuan Trump tentang Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan relokasi kedutaan besarnya tahun lalu.

Pernyataan AS pun dikecam oleh Palestina, dan kelompok hak asasi manusia serta internasional. Palestina menilai AS bukan lagi menjadi perantara yang terbuka dalam negosiasi.

Sejak Trump menjabat pada 20 Januari 2017, berikut terangkum keputusan penting AS soal Palestina:

2017:

16 Februari: Trump menyatakan komitmen lama AS untuk solusi dua negara. Dia mengatakan, akan mendukung solusi satu negara setelah bertemu dengan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

24 Maret: Senat AS menyetujui penunjukan David Friedman sebagai duta besar Washington untuk Israel. Dia adalah seorang pendukung dan donor untuk permukiman ilegal di tanah Palestina yang diduduki.

6 Desember: Trump mengumumkan keputusan kontroversial untuk merelokasi kedutaan AS dari Tel Aviv ke Yerusalem yang secara resmi mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. Hal itu melanggar kebijakan AS selama beberapa dekade.

2018:

3 Januari: Trump mengancam akan memotong bantuan ke Palestina dalam serangkaian posting thread di Twitter. Dia mengatakan, keengganan "untuk berbicara perdamaian".

17 Januari: Pemerintah AS memotong lebih dari setengah pendanaan yang direncanakan (65 juta dolar AS dari paket bantuan senilai 125 juta dolar AS) ke UNRWA, badan PBB untuk pengungsi Palestina yang melayani lebih dari lima juta pengungsi terdaftar.

14 Mei: Kedutaan Besar AS secara resmi dibuka di Yerusalem pada hari yang sama warga Palestina memperingati 70 tahun Nakba atau "Bencana", pembersihan etnis kota-kota Palestina oleh paramiliter Zionis pada 1948. Pembukaannya juga bersamaan pada malam ketika negara Israel didirikan.

19 Agustus: Menantu Trump, Jared Kushner memulai tur ke Timur Tengah untuk membangun dukungan bagi perdamaian Israel-Palestina yang belum diumumkan.

25 Agustus: AS memotong 200 juta dolar AS bantuan ekonomi untuk Palestina setelah berencana menyediakan 251 juta dolar AS untuk pemerintahan baik untuk kesehatan, pendidikan dan pendanaan masyarakat sipil dalam anggaran 2018 saat ini.

31 Agustus: Departemen Luar Negeri AS mengatakan, pihaknya menghentikan semua pendanaan untuk UNRWA setelah menentukan organisasi itu sebagai "operasi yang tidak dapat diperbaiki cacatnya".

9 September: AS memangkas salah satu program bantuan terakhir yang tersisa (25 juta dolar AS dalam bantuan keuangan) ke jaringan enam rumah sakit di Yerusalem Timur yang diduduki.

10 September: AS menutup misi PLO ke Washington karena penolakan Otoritas Palestina untuk memasuki pembicaraan yang dipimpin AS dengan Israel.

17 September: AS mencabut visa untuk utusan PLO dan keluarganya di Washington yang menyebabkan mereka meninggalkan negara itu.

17 September: AS memotong 10 juta dolar AS dalam bantuan program-program resolusi konflik yang dirancang untuk membawa rekonsiliasi bagi warga Palestina di Tepi Barat dan Gaza, serta antara warga Yahudi dan warga Palestina di Israel.

2019:

25 Maret: Trump mengakui pencaplokan Dataran Tinggi Golan yang diduduki Israel tahun 1981.

20 Juni: AS mengungkapkan proposal untuk menciptakan dana investasi global 50 miliar dolar AS untuk Palestina dan negara-negara Arab yang dirancang menjadi mesin ekonomi dari rencana perdamaian Timur Tengah AS.

25 Juni: Bahrain menjadi tuan rumah konferensi Manama untuk membahas bagian ekonomi dari rencana perdamaian yang telah lama tertunda.

26 Juni: Jared Kushner, penasihat dan menantu Trump, mendesak para pemimpin Palestina untuk berpikir di luar "kotak tradisional" ketika konferensi Manama ditutup.

18 November: Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo mengumumkan pemerintah AS tak lagi mematuhi hukum departemen Luar Negeri 1978, bahwa permukiman Israel tak lagi konsisten dengan hukum internasional.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA