Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Separuh Anak di Seluruh Dunia Alami Kekerasan Setiap Hari

Kamis 21 Nov 2019 06:53 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Reiny Dwinanda

Pengungsi Rohingya dan anaknya. World Vision menyebut, separuh anak-anak di seluruh dunia masih mengalami kekerasan setiap hari.

Pengungsi Rohingya dan anaknya. World Vision menyebut, separuh anak-anak di seluruh dunia masih mengalami kekerasan setiap hari.

Foto: AP/Dar Yasin
World Vision menyebut anak-anak di seluruh dunia mengalami penderitaan tiap hari.

REPUBLIKA.CO.ID, UXBRIDGE -- Organisasi kemanusiaan World Vision merilis laporan yang menyatakan separuh anak-anak di seluruh dunia mengalami kekerasan setiap hari. World Vision mengatakan, jumlahnya menjadi 1,7 miliar anak-anak.

"Walaupun sudah ada perbaikan besar di sejumlah area seperti pendidikan, kesehatan dan air bersih, anak-anak masih mengalami penderitaan setiap hari," kata organisasi asal Inggris tersebut dalam situs resmi mereka, Kamis (21/11).

World Vision mengatakan, masih banyak anak-anak yang dijadikan tentara, menikah bukannya sekolah, dan disakiti fisiknya. Sekitar 650 juta anak dan perempuan dewasa saat ini menikah sebelum berusia 18 tahun.

Organisasi itu mengatakan, lebih dari 120 juta anak perempuan mengalami pelecehan seksual sebelum berusia 20 tahun. World Vision menegaskan, hal itu terjadi setiap harinya.

"Kami tidak bisa berpuas diri, kami memiliki tanggung jawab untuk mengakhiri kekerasan terhadap anak-anak, di mana pun," kata presiden dan CEO World Vision, Andrew Morley.

Ia mengatakan, 30 tahun sejak Konvensi Hak Anak diratifikasi seluruh dunia, masih banyak pekerjaan yang perlu dilakukan untuk melindungi anak-anak.

"Seperti Esther yang saya temui di Afrika Timur baru-baru ini, ia menahan derita sunat perempuan, keluarganya mengizinkannya diperkosa, ia dipaksa menikah dengan laki-laki yang umur tujuh kali lebih tua dari dirinya untuk enam ekor sapi," kata Morley.

Morley mengatakan, Esther melarikan diri dan keluarganya membawanya kembali ke suaminya. Ia kembali dilecehkan. Saat itu, Esther baru berusia 8 tahun.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA