Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Jumat, 29 Jumadil Awwal 1441 / 24 Januari 2020

Israel akan Gelar Pemilihan Umum Ketiga

Kamis 21 Nov 2019 07:40 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

Pemimpin aliansi politik Blue and White Benny Gantz di hadapan pendukungnya setelah pemilu berakhir di Tel Aviv, Israel, Rabu (10/4).

Pemimpin aliansi politik Blue and White Benny Gantz di hadapan pendukungnya setelah pemilu berakhir di Tel Aviv, Israel, Rabu (10/4).

Foto: AP Photo/Sebastian Scheiner
Penantang utama PM Israel gagal memenuhi tenggat membentuk koalisi pemerintahan.

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Benny Gantz, penantang utama Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu gagal memenuhi tenggat waktu membentuk koalisi pemerintahan. Hal itu diumumkan sebelum Kamis (21/11) tengah malam, waktu yang ditetapkan Presiden Israel Reuven Rivlin setelah Netanyahu gagal melakukannya. Maka Israel akan menggelar pemilihan umum ketiga dalam 12 bulan.

Baca Juga

Bagi Netanyahu, tidak berhasil mengamankan periode kelima akan meningkatkan kemungkinan ia dibawa ke pengadilan atas tuduhan korupsi. Tapi ia memiliki alternatif yakni secara bergantian memimpin Israel dengan Gantz.  

Gantz seorang moderat mantan komandan tentara Israel. Dalam pidatonya, ia menyalahkan Netanyahu atas kegagalannya dalam membentuk koalisi.

"Rakyat Israel membutuhkan pemimpin yang memiliki visi bukan pemimpin yang kebal hukum," kata Gantz, Kamis (21/11).

Ia menyinggung upaya partai Likud yang dipimpin Netanyahu. Dalam meloloskan undang-undang yang mungkin melindungi Netanyahu dari tuntutan hukum.

Gantz gagal memenuhi tenggat waktu 21 satu hari untuk membentuk koalisi pemerintahan. Maka, Israel akan kembali menggelar pemilihan umum dalam 90 hari ke depan. 

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA