Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Cina Sebut Taiwan Cari Bencana Atas Rencana Kemerdekaan

Kamis 21 Nov 2019 14:32 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Bendera Taiwan

Bendera Taiwan

Foto: cnreviews.com
China memperingatkan Taiwan yang memiliki rencana untuk melakukan langkah kemerdekaan

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pemerintah China memperingatkan Taiwan yang memiliki rencana untuk melakukan langkah kemerdekaan, Kamis (21/11). Sikap melawan itu, menurut Beijing, merupakan upaya mencari bencana bagi diri sendiri.

Presiden yang mencalonkan kembali pada Januari Tsai Ing-wen mengatakan akan berupaya mendorong Taiwan menuju kemerdekaan. Pernyataan itu menjadi lebih tegas ketika dia memilih mantan perdana menteri William Lai sebagai kandidat wakil presidennya pada Ahad.

Dalam sebuah postingan Facebook pada Senin, Lai menegaskan komitmennya untuk memerdekakan Taiwan menjadi kenyataan.  Dia menyatakan Taiwan sudah menjadi negara berdaulat yang disebut Republik China dan tidak terikat ke daratan China.

Menanggapi pertanyaan tentang pernyataan itu, Kantor Urusan Taiwan yang di bawah China mengatakan kedua sisi Selat Taiwan milik China. Penyatuan kembali Taiwan dengan China pun akan terjadi dan tidak akan bisa dihentikan meski dengan memanfaatkan kekuatan apapun.

"'Kemerdekaan Taiwan' adalah jalan buntu dan itu hanya akan membawa bencana besar ke Taiwan. Ini pasti akan ditentang oleh semua orang China, termasuk rekan senegaranya Taiwan," ujar penyataan resmi tersebut dikutip Reuters.

Tsai menyatakan kalau Taiwan merupakan negara yang berdaulat dan merdeka setelah mendaftarkan diri untuk pemilihan tahun depan, Selasa. Sedangkan, lawan utama Tsai, Han Kuo-yu dari partai Kuomintang yang bersahabat dengan China, menggambarkan kemerdekaan formal lebih buruk daripada sifilis. Dia mengatakan pernyataan Tsai dan Lai tentang Taiwan sudah menjadi negara merdeka setara dengan daftar pintu belakang untuk kemerdekaan formal.

Masalah kemerdekaan Taiwan telah menjadi sorotan dalam pemilihan sejak Lai bergabung dengan Tsai. Partai Progresif Demokratik (DPP) pendukung calon itu mendukung kemerdekaan secara resmi.

Namun, saat itu Tsai mengatakan tidak ingin mengubah status quo dengan China. Artinya Taiwan tidak mencari kemerdekaan formal atau menjadi bagian dari Republik Rakyat China. Namun, April tahun lalu Lai mengatakan kepada parlemen akan melakukan kemerdekaan penuh untuk Taiwan. Langkah itu akan membuat Taiwan menjadi negara yang berdaulat dan mandiri.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA