Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

Friday, 16 Rabiul Akhir 1441 / 13 December 2019

AS: Cina Lakukan Kampanye Disinformasi di Pilpres Taiwan

Jumat 22 Nov 2019 17:15 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Christiyaningsih

Bendera Taiwan

Bendera Taiwan

Foto: cnreviews.com
Duta Besar AS untuk Taiwan sebut Cina lakukan kampanye disinformasi di Pilpres Taiwan

REPUBLIKA.CO.ID, TAIPEI -- Pemerintah Amerika Serikat (AS) mencemaskan upaya Cina memengaruhi proses pemilihan presiden Taiwan. Duta Besar AS untuk Taiwan secara de facto Brent Christensen pada Jumat (22/11) mengisyaratkan salah satu upaya yang dilakukan Cina adalah melalui kampanye disinformasi.

"Kami yakin bahwa pelaku memfitnah menggunakan kampanye disinformasi untuk membuat orang kehilangan kepercayaan pada lembaga demokrasi," ujarnya dilansir Aljazirah.

Pemilu di Taiwan dijadwalkan dihelat pada Januari mendatang. "Kami sadar bahwa Cina berusaha menerapkan tekanan melalui berbagai cara di Taiwan. Tentu saja, upaya-upaya ini untuk mempengaruhi proses demokrasi Taiwan menjadi perhatian," kata dia.

Terdapat dua kandidat utama dalam pilpres Taiwan yakni petahana Tsai Ing-wen dari Democratic Progressive Party dan Han Kuo-yu dari Partai Kuomintang. Tsai memiliki popularitas lebih tinggi dibanding Han. Tsai diketahui telah mendorong kemerdekaan Taiwan yang memicu kemarahan Cina.

Pemerintah Cina telah menyatakan tidak akan menoleransi setiap peristiwa kemerdekaan Taiwan. Hal itu disampaikan juru bicara Kementerian Pertahanan Cina Wu Qian setelah melakukan pertemuan dengan para pejabat militer AS di Bangkok, Thailand, Senin (18/11).

Wu meminta AS menangani masalah Taiwan dengan tepat. Washington diketahui telah menyatakan siap memasok peralatan militer ke Taiwan. Hal itu memicu ketegangan antara Cina dan AS serta Taiwan.

Pada Ahad lalu Kementerian Pertahanan Taiwan mengatakan Cina telah mengerahkan kapal induk ke Selat Taiwan. Pelayaran kapal induk itu dilakukan hanya beberapa jam setelah Tsai Ing-wen menunjuk pendampingnya dalam pilpres pada 2020 mendatang, yakni Willliam Lai. Dia adalah mantan perdana menteri yang sempat membuat Cina geram karena mendukung kemerdekaan Taiwan.

Menteri Luar Negeri Taiwan Joseph Wu mengatakan Cina memang hendak mengintervensi jalannya pilpres di negaranya. Pengerahan kapal-kapal induk dinilai merupakan aksi geretak. "Para pemilih tidak akan terintimidasi. Mereka akan mengatakan tidak kepada Cina di kota suara," kata dia, dikutip laman the Straits Times.

Cina telah menyatakan penyelesaian masalah Taiwan adalah kepentingan nasional terbesarnya. Ia menegaskan tak ada pihak atau kekuatan yang dapat menghentikan reunifikasi Cina.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA