Kamis 28 Nov 2019 02:00 WIB

Empat Ton Ganja Ditemukan dari Area Pertanian Organik Serbia

Kepolisian Serbia menemukan hampir empat ton ganja di sebuah area pertanian organik

Rep: Puti Almas/ Red: Christiyaningsih
Ladang Ganja (Ilustrasi)
Ladang Ganja (Ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BEOGRAD — Kepolisian Serbia menemukan hampir empat ton ganja di sebuah area pertanian yang dikenal sebagai salah satu pemasok produk makanan organik terbesar di Serbia. Menurut laporan, sekitar 650 kilogram ganja serta 65.581 batang tanaman narkotika ditemukan.

Dilansir The Independent, secara total operasi pemeriksaan yang dilakukan polisi menemukan 3.954 produk palsu. Ini merupakan salah satu penangkapan terbesar dalam sejarah pelanggaran hukum di Serbia.

Baca Juga

Selain narkotika, dua pistol juga disita dari area pertanian yang tepatnya berada di dekat wilayah utara Stara Pazova. Terdapat juga kartu identitas polisi palsu dan sebuah mobil yang bertuliskan tanda polisi. Seluruhnya diduga untuk melancarkan aksi kejahatan orang-orang dari pertanian itu.

Sebanyak sembilan orang saat ini telah ditangkap. Termasuk kepala dari perusahaan Jovanjica yang mengoperasikan pertanian. Pimpinan dari perusahaan ini duduga memimpin kelompok kriminal terorganisir.

Meski demikian, operasi penangkapan dan penyitaan narkotika dalam skala besar ini dilaporkan menimbulkan intrik di negara yang terletak di wilayah tenggara dan pusat Eropa itu. Terdapat klaim bahwa sebenarnya produksi narkotika yang disembunyikan sebagai pertanian organik ini telah diketahui oleh pemerintah. Salah satunya dengan kunjungan dari Menteri Dalam Negeri Serbia ke lokasi tersebut dalam sejumlah kesempatan.

Operasi yang dilakukan polisi juga membuat kecurigaan terhadap pemerintah yang tetap diam atas penemuan narkotika dalam skala besar. Bahkan, sikap diam itu dilakukan beberapa hari setelah kesimpulan didapatkan oleh polisi.

Wakil pembicara Serbia Miroslav Aleksic mengatakan dalam konferensi pers bahwa Nebojsa Stefanovic, yang mengawasi polisi saat menjabat sebagai wakil perdana menteri, sering berkunjung ke Jovanjica. Namun, tidak pernah ada temuan demikian.

Komentar ini langsung ditanggapi oleh Kepala Kepolisian Serbia Vladimir Rebic. Ia mengatakan bahwa sejumlah politisi tidak bertanggung jawab.

“Sayangnya, karena sejumlah politisi tidak bertanggung jawab, banyak petugas yang harus menghadapi berbagai ketidakbenaran dan semuanya di tengah proses penyelidikan oleh kejaksaan, yang membuat mereka berada dalam bahaya,” kata Rebic.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement