Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Korban Gempa Albania Bertambah Jadi 49 Orang

Sabtu 30 Nov 2019 11:08 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Tim SAR mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban di sebuah reruntuhan gedung di Durres, setelah gempa mengguncang Albania, Jumat (29/11).

Tim SAR mengerahkan anjing pelacak untuk mencari korban di sebuah reruntuhan gedung di Durres, setelah gempa mengguncang Albania, Jumat (29/11).

Foto: Florion Goga/Reuters
Korban meninggal dunia dalam gempa bumi terkuat di Albania bertambah jadi 49 orang

REPUBLIKA.CO.ID, TIRANA -- Korban meninggal dunia dalam gempa bumi terkuat di Albania bertambah menjadi 49 orang. Penemuan sembilan jenazah di bawah reruntuhan menambah angka kematian.

Anak-anak termasuk di antara mereka yang meninggal ketika gempa terjadi pada Selasa lalu. Tim penyelamat dari Serbia, Italia, Prancis, Yunani, Swiss, Turki, dan Kroasia mengupayakan pencarian korban yang diduga masih tertimbun reruntuhan akibat gempa.

Dilansir Deutsche Welle, upaya penyelamatan di Albania sebagian besar dihentikan ketika pemakaman massal diadakan pada Jumat. Tim penyelamat akan memulai kembali pekerjaannya menangani puing-puing hotel di kota Durres. Hotel ini adalah satu-satunya tempat di mana misi penyelamatan masih berlangsung.

Setidaknya satu wanita dan seorang penari masih dinyatakan hilang. Mereka diyakini berada di hotel meski tidak diketahui apakah mereka selamat atau tidak.

Ada lebih dari 500 gempa susulan sejak Selasa. Daerah yang paling parah terkena dampak adalah kota pantai Durres dan kota Thumane. Keluarga mengadakan pemakaman pada Jumat untuk beberapa yang jatuh.

"Tim kami telah bekerja tanpa gangguan sejak semalam. Ini adalah situasi yang sangat, sangat sulit," kata juru bicara pemadam kebakaran Italia Luca Cari kepada kantor berita Ansa dilansir BBC, Sabtu.

Perdana Menteri Albania Edi Rama telah menyatakan keadaan darurat. Hal ini mengindikasikan lebih banyak dana dan keamanan di kota pesisir Durres dan kota pedalaman Thumane, dua daerah yang paling parah terkena dampak gempa.

Putra PM Rama, Gregor Rama, mengunggah di media sosial bahwa kekasihnya dan anggota keluarganya terbunuh dalam gempa bumi itu. Perdana Menteri Rama juga berjanji bahwa tim penyelamat akan terus mencari hingga tuntas. "Semua yang terkena dampak akan ditampung sampaii pemerintah membangun kembali rumah mereka," kata Perdana Menteri.

Albania berada di atas lempeng tektonik Adriatik. Pada April 1979, gempa bermagnitudo 6,9 melanda Albania dan tetangga utara Montenegro. Gempa itu menewaskan 136 orang dan lebih dari 1.000 lainnya terluka.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA