Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Diterpa Kasus Pembunuhan, Perdana Menteri Malta Mundur

Senin 02 Dec 2019 08:18 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Friska Yolanda

Perdana Menteri Malta Joseph Muscat

Perdana Menteri Malta Joseph Muscat

Foto: Reuters
Seorang jurnalis tewas usai mengekspos kasus korupsi dalam pemerintahan Muscat.

REPUBLIKA.CO.ID, VALLETA -- Perdana Menteri Malta Joseph Muscat mengundurkan diri karena kasus pembunuhan jurnalis investigasi Daphne Caruana Galizia. Kasus ini telah menimbulkan krisi konstitusional dan politik di negara tersebut.

Dalam sebuah pidato pada Ahad (1/12) malam, Muscat mengumumkan bahwa dia akan mundur dari jabatannya setelah partai penguasa yakni Partai Buruh mengadakan pemilihan pemimpin baru pada Januari mendatang. Muscat mengatakan, dia telah memberi tahu presiden terkait pengunduran dirinya tersebut.

"Saya menulis surat kepada presiden Partai Buruh sehingga proses pemilihan baru dapat ditetapkan pada 12 Januari 2020, dan saya akan mengundurkan diri sebagai pemimpin Partai Buruh sekaligus perdana menteri," ujar Muscat, dilansir The Guardian, Senin (2/12).

Caruana Galizia terbunuh pada Oktober 2017, akibat ledakan bom yang diletakkan di bawah jok kursi mobil sewaannya. Bom tersebut meledak saat dia sedang melakukan sebuah perjalanan ke luar kota. Galizia diketahui telah mengekspos kasus korupsi tingkat tertinggi dalam pemerintahan Muscat.

Ribuan orang berkumpul di jalan-jalan di ibukota Valleta saat pidato Muscat berlangsung. Mereka memegang lilin, mengibarkan bendera negara mereka, dan menyanyikan lagu kebangsaan Malta. Pidato tersebut dilakukan beberapa jam setelah ribuan warga Malta melakukan aksi protes di luar gedung pengadilan di  Valleta, dengan tuntutan agar sang perdana menteri mundur.

Muscat menyatakan penyesalan mendalam atas pembunuhan Galizia. Dia mengatakan, kasus pembunuhan tersebut tidak berpengaruh terhadap arah negara. Pengunduran diri Muscat mengakhiri kekuasaannya sebagai pemimpin selama tujuh tahun.

"Kasus ini tidak menentukan segala sesuatu tentang negara kita," kata Muscat.

Di sisi lain, keluarga Galizia menyatakan siap untuk mengambil tindakan hukum. Mereka meminta kepolisian agar menyelidiki dugaan keterlibatan Muscat dalam pembunuhan tersebut

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA