Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Alumni Cambridge Jadi Korban Penikaman London Bridge

Senin 02 Dec 2019 13:00 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Christiyaningsih

Warga membantu seorang pria yang jatuh saat polisi mengevakuasi masyarakat dari Borough Market di selatan London Bridge di London, Jumat (29/11). Polisi mengatakan sejumlah orang menjadi korban penusukan.

Warga membantu seorang pria yang jatuh saat polisi mengevakuasi masyarakat dari Borough Market di selatan London Bridge di London, Jumat (29/11). Polisi mengatakan sejumlah orang menjadi korban penusukan.

Foto: AP Photo/Frank Augstein
olisi telah mengidentifikasi nama-nama korban meninggal dalam insiden London Bridge

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Polisi telah mengidentifikasi nama-nama korban meninggal dunia akibat penikaman di London Bridge yang terjadi pada Jumat (29/11) waktu setempat. Wanita yang terbunuh dalam serangan London Bridge diidentifikasi bernama Saskia Jones (23 tahun).

Korban lain adalah seorang pria lulusan Stratford-upon-Avon bernama Jack Merritt. Keluarga Merritt dan Jones sama-sama memberikan penghormatan kepada orang yang mereka cintai. Dalam sebuah pernyataan, keluarga Merritt mengatakan, Merritt adalah sosok berbakat yang selalu melakukan apa yang disukai.

"Jack menjalankan prinsipnya. Dia percaya pada penebusan dan rehabilitasi, bukan balas dendam, dan dia selalu memihak pihak yang diunggulkan. Jack adalah orang yang cerdas, bijaksana, dan empatik," kata keluarganya dalam sebuah pernyataan yang dikutip BBC, Senin (2/12).
 
"Kami tahu Jack tidak ingin insiden mengerikan dan terisolasi ini digunakan sebagai dalih oleh pemerintah karena memperkenalkan hukuman yang lebih kejam pada tahanan, atau untuk menahan orang di penjara lebih lama dari yang diperlukan," kata pernyataan itu menambahkan.

Keluarga Jones mengatakan putri mereka, dari Stratford-upon-Avon di Warwickshire, memiliki keinginan besar untuk mendukung para korban peradilan pidana. "Saskia adalah pengaruh positif yang lucu, baik, positif di pusat kehidupan banyak orang," demikian bunyi pernyataan keluarga.

"Dia memiliki perasaan menyenangkan dan murah hati sampai-sampai selalu ingin melihat yang terbaik pada semua orang. Dia berniat menjalani hidup sepenuhnya dan memiliki kehausan yang luar biasa akan pengetahuan, sehingga memungkinkannya untuk menjadi yang terbaik yang dia bisa," pernyataan itu menambahkan.

"Ini adalah waktu yang sangat menyakitkan bagi keluarga. Saskia akan meninggalkan kekosongan besar dalam hidup kita dan kita akan meminta agar privasi kita dihormati sepenuhnya," tutup pernyataan keluarga Sarah Jones.

Wakil rektor Cambridge University sangat berduka dan menyesal karena mengetahui bahwa di antara para korban adalah staf dan alumni. Profesor Stephen J. Toope mengatakan para korban ikut serta dalam acara untuk menandai lima tahun program Learning Together di universitas yang berfokus pada rehabilitasi tahanan.

"Apa yang seharusnya menjadi kesempatan yang menggembirakan untuk merayakan pencapaian program yang unik dan transformatif secara sosial ini, yang diselenggarakan oleh Institute of Criminology kami, malah terganggu oleh tindakan kriminal yang tak terbantahkan," ujarnya.

"Di antara tiga orang yang terluka, yang identitasnya belum dirilis secara publik, adalah anggota staf universitas. Universitas kami mengutuk tindakan teror yang menjijikkan dan tidak masuk akal ini," ujarnya menambahkan.

Insiden terjadi di Fishmongers Hall, ujung utara London Bridge. Saat itu, sebuah konferensi yang digagas Cambridge University tentang rehabilitas tahanan tengah berlangsung.

Direktur Fishmongers Hall Toby Wlliamson menyebut insiden ini adalah mimpi buruk bagi bangunan itu selama bertahun-tahun. Menurut Toby, staf yang melawan penikam, Usman Khan yakin bahwa Usman membawa bom.

Awalnya serangan terjadi di dalam Hall, dua pria kemudian mengambil kursi, alat pemadam api, dan gading narwhal yang tergantung di dinding untuk menangkis Khan. Mereka kemudian mendorongnya keluar dari gedung.

Khan yang teridentifikasi berusia 28 tahun merupakan seorang terpidana teroris yang dibebaskan dari penjara pada Desember 2018. Dia langsung ditembak mati oleh polisi di London Bridge.

ISIS kemudian mengklaim serangan di London Bridge dilakukan oleh salah satu anggota. Namun kelompok itu tak memberikan bukti kuat.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA