Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Pemungutan Suara Pemakzulan Trump Direncanakan Saat Natal

Senin 02 Des 2019 14:30 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Foto: AP
Partai Demokrat ingin pemungutan suara pemakzulan Donald Trump digelar saat Natal

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Partai Demokrat ingin pemungutan suara pemakzulan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump digelar saat Natal. Dengan demikian mereka dapat membangun panggung bagi Senat untuk menggelar pengadilan pada bulan Januari.

"Saya yakin semua bukti pasti akan dimaksukan ke dalam laporkan itu sehingga komite kehakiman (House of Representative) dapat membuat keputusan yang dibutuhkan," kata anggota komite intelijen dan kehakiman House, Val Demings, Senin (2/12).

Anggota Partai Demokrat itu mengatakan pihaknya belum memfinalisasi saksi untuk rapat dengar komite kehakiman pada Rabu (4/12) mendatang. Mereka juga sedang menunggu apakah Trump akan menghadirkan pembelanya atau tidak.

"Jika dia tidak melakukan kesalahan apapun, tentu kami sangat ingin mendengar penjelasannya," kata Demings.

Saat ini usai menggelar rapat dengar terbuka selama dua pekan. Komite intelijen House yang dikuasai Partai Demokrat masih menyiapkan laporan mereka. 

Setelah menerima laporan tersebut komite kehakiman House akan menyiapkan dakwaan. Komite intelijen mengatakan laporan itu akan berbicara sendiri dalam menetapkan kemungkinan dakwaan penyuapan atau 'kejahatan tingkat tinggi dan pelanggaran ringan' yang membuat pemakzulan Trump konstitusional. 

Sebelumnya Trump mengatakan ia mungkin bersedia memberikan kesaksian tertulis dengan prasyarat tertentu. Walaupun pembantu-pembantunya mengisyaratkan mereka tidak mengantisipasi Demokrat akan sepakat dengan mereka.

"Demokrat menggelar rapat dengar pemakzulan yang paling konyol dalam sejarah. Baca transkripnya. Tidak ada yang dilakukan atau dikatakan salah," cicit Trump pada Sabtu (30/11) lalu.

Pada Jumat (29/11) Partai Demokrat di Kongres sudah mendesak Trump. Apakah ia akan mengambil manfaat yang memberikan perlindungan padanya dalam proses pemakzulan dalam peraturan yang diadopsi Hous pada bulan Oktober saat rapat dengar dimulai. Termasuk meminta kesaksiaan saksi dan memeriksa ulang kesaksian dalam rapat dengar yang digelar House.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA