Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Polisi Hong Kong Tembakkan Gas Air Mata Bubarkan Demonstran

Senin 02 Dec 2019 14:38 WIB

Red: Ani Nursalikah

Demonstran memegang bendera AS di Hong Kong, Kamis malam (28/11). Demonstran merayakan tindakan Presiden AS Donald Trump yang menandatangi undang-undang yang mendukung otonomi Hong Kong.

Demonstran memegang bendera AS di Hong Kong, Kamis malam (28/11). Demonstran merayakan tindakan Presiden AS Donald Trump yang menandatangi undang-undang yang mendukung otonomi Hong Kong.

Foto: AP Photo/Vincent Thian
Demonstran Hong Kong melakukan pawai tunjukkan terima kasih pada AS.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Polisi menembakkan gas air mata untuk membubarkan ribuan pengunjuk rasa antipemerintah di Hong Kong setelah suasana relatif tenang dari kekerasan, Ahad (1/12). Sementara itu, warga turun ke jalan-jalan dan meneriakkan "Revolusi Waktu Kami" dan "Bebaskan Hong Kong".

Protes yang berlangsung di Distrik Tsim Tsa Tsui terjadi setelah ratusan orang berpawai ke Konsulat Amerika Serikat untuk menunjukkan "terima kasih" atas dukungan AS bagi aksi unjuk rasa yang sudah berjalan enam bulan di pusat keuangan itu yang diperintah China. Toko-toko dan bisnis di kawasan itu tutup lebih awal setelah polisi menembakkan gas air mata ke arah pengunjuk rasa termasuk sejumlah warga lanjut usia dan lainnya yang membawa hewan-hewan peliharaan mereka ketika mereka melintasi kawasan tepi laut di kota itu yang banyak berdiri hotel mewah dan pusat perbelanjaan.

Polisi menangkap sejumlah orang ketika gas air mata membuat ratusan orang menyelamatkan diri ke arah pelabuhan. Suasana di Hong Kong relatif tenang selama sepekan lalu sejak pemilihan lokal diadakan Ahad lalu dan para calon dari kubu pro-demokrasi meraih kemenangan. Para pegiat berjanji akan menjaga momentum gerakan antipemerintah yang menjelma menjadi aksi-aksi protes di bekas koloni Inggris itu sejak Juni.

Dengan mengibarkan poster-poster bertuliskan "Jangan lupa mengapa Anda memulai" dan bendera-bendera hitam dengan logo "Revolusi sekarang" para pemrotes menduduki beberapa jalan utama pada Ahad, dengan para pemuda dan keluarga beserta anak-anak mereka memenuhi jalan-jalan di dekatnya.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA