Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Minggu, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 Desember 2019

Pameran Tato Erotis tak Sesuai dengan Wajah Islam Malaysia

Selasa 03 Des 2019 01:50 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Foto: Reuters
Pemerintah Malaysia akan menindak tegas penyelenggara pameran tato.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR— Kementerian Pariwisata Seni dan Budaya Malaysia akan mengambil tindakan semestinya kepada panitia Tattoo Malaysia Expo 2019 menyusul pertunjukan setengah telanjang yang diadakan pada acara tersebut.

Baca Juga

Menteri Pariwisata Seni dan Budaya Malaysia, Datuk Mohamaddin Ketapi, kepada media di Kuala Lumpur, Senin (2/12), mengatakan dirinya telah memerintahkan lembaga di bawah MOTAC yaitu Malaysia Convention and Exhibition Bureau (MyCeB) untuk menyelidiki perkara tersebut.

"Expo ini bukanlah kali pertama diadakan di Malaysia dan semenjak pertama diadakan pada 2015 seperti di Kota Kinabalu, Sabah, tiada kejadian seperti itu terjadi dan dipamerkan ke khalayak ramai," katanya.

Dia mengatakan dirinya diberitahu acara diadakan secara tertutup tetapi telah melanggar ketatasusilaan.

"Penyelenggaraan acara bertaraf internasional adalah baik untuk industri pelancongan negara tetapi bukan dengan cara seperti ini," katanya.

Dia mengatakan kejadian tersebut tidak memamerkan wajah sebenarnya Malaysia yang penuh kesopanan dan kesusilaan.

Dia mengatakan semua izin peragaan separuh telanjang tidak pernah dikeluarkan pihaknya.

"Adalah satu yang mustahil bagi kementerian untuk meluluskan permohonan penganjuran yang ada elemen-elemen porno seperti itu sebab itu bukan budaya Malaysia, lebih-lebih lagi  mayoritas rakyat Malaysia adalah beragama Islam," katanya.

"Kita akan menanti laporan penuh dari MyCeB dan kita tidak akan terburu-buru untuk mengambil tindakan undang-undang sekiranya mereka didapati melanggar syarat yang telah ditetapkan," katanya.

Tatto Malaysia Expo 2019 berlangsung pada 29 November sehingga 1 Desember 2019. Penyelenggaraan acara tersebut telah berhasil mengumpulkan peserta dari 35 negara dibandingkan pada 2015, 2016, dan 2017 yang diadakan di Sabah sebelum ini.

MyCeB dalam pernyataan awal menyebutkan semua izin untuk acara diadakan di negara bagian perlu mendapatkan izin dari pusat dan negara bagian.

Pada Ahad viral di media sosial gambar beserta visual peragaan separuh telanjang dalam salah satu acara yang diselenggarakan pada expo tersebut.

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA