Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Sunday, 11 Rabiul Akhir 1441 / 08 December 2019

Topan Kammuri Hantam Filipina, 200 Ribu Orang Dievakuasi

Selasa 03 Dec 2019 13:42 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Warga di Cavite City, Filipina berjalan menggunakan mantel. Sebanyak 200 ribu orang di Filipina dievakuasi akibat topan Kammuri pada Selasa (3/12).

Warga di Cavite City, Filipina berjalan menggunakan mantel. Sebanyak 200 ribu orang di Filipina dievakuasi akibat topan Kammuri pada Selasa (3/12).

Foto: Francis R. Malasig/EPA
Topan menghantam Filipina pada Selasa (3/12) dan menyebabkan hujan lebat

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Topan menghantam Filipina pada Selasa (3/12). Topan menyebabkan hujan lebat dan menghentikan rutinitas perjalanan udara, sekolah, serta kantor pemerintah. Sekitar 200 ribu orang dievakuasi pascaperingatan banjir dan tanah longsor.

Topan Kammuri sedikit melemah dan perlahan bergerak melintasi wilayah tengah kepulauan pada malam hari, dengan laporan kerusakan kecil di sejumlah daerah. Topan Kammuri adalah badai ke-20 yang melanda negara tersebut tahun ini.

Menurut badan prakiraan cuaca, topan tersebut memiliki kecepatan angin 155 kilometer per jam dan hembusan hingga 235 kilometer per jam. Otoritas memperingatkan tanah longsor, gelombang badai, dan banjir yang dipicu oleh angin kencang dan hujan, yang terlebih dahulu mengungsikan 200 ribu orang ke tempat yang lebih aman di belasan provinsi.

Belum ada laporan langsung mengenai korban jiwa atau pun kerusakan parah. Bandara utama di Manila akan ditutup selama 12 jam mulai pukul 11.00 sampai 23.00 waktu setempat. Penutupan bandara dilakukan sebagai upaya pencegahan meski perjalanan udara di sejumlah daerah yang tidak terkena dampak terus beroperasi.

Kantor pemerintah dan sekolah-sekolah ditutup di daerah terkena dampak, begitupun dengan patroli pantai yang melayani perjalanan laut komersial. Tayangan TV setempat menunjukkan bandara utama di Provinsi Legazpi dipasangi kabel, penerangan dan panel yang menggantung di atap.

Gambar yang diunggah oleh pengguna media sosial memperlihatkan gelombang menabrak benteng, pohon-pohon tumbang, serta beberapa kerusakan kecil pada tiang listrik. Filipina merupakan tuan rumah SEA Games 2019. Akibat datangnya topan, pihak penyelenggara menunda sejumlah pertandingan termasuk surfing, kayak, selancar angin, berlayar, dan kano.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA