Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Friday, 13 Rabiul Awwal 1442 / 30 October 2020

Mendiang Tetsu Nakamura Ingin Hijaukan Gurun Afghanistan

Jumat 06 Dec 2019 12:19 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Warga Afghanistan menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan atas kematian Tetsu Nakamura. Tetsu Nakamura terinspirasi hijaukan gurun karena melihat kematian akibat kekeringan.

Warga Afghanistan menyalakan lilin sebagai bentuk penghormatan atas kematian Tetsu Nakamura. Tetsu Nakamura terinspirasi hijaukan gurun karena melihat kematian akibat kekeringan.

Foto: Hedayatullah Amid/EPA
Tetsu Nakamura terinspirasi hijaukan gurun karena melihat kematian akibat kekeringan

REPUBLIKA.CO.ID, TOKYO -- Tetsu Nakamura, dokter Jepang sekaligus pekerja bantuan yang tewas di Afghanistan pada Rabu (4/12), terinspirasi untuk menghijaukan gurun negara tersebut. Ide itu muncul dari kematian anak-anak di sebuah klinik yang ia jalankan di daerah perdesaan yang dilanda kekeringan.

"Anda mendengar seorang anak menjerit di ruang tunggu. Tetapi ketika anda tiba menghampirinya mereka sudah meninggal," katanya kepada stasiun TV NHK dalam sebuah program pada Oktober.

"Itulah yang terjadi hampir setiap hari. Mereka sangat kekurangan gizi hingga hal-hal seperti diare dapat membunuh mereka. Saya berpikir bahwa jika pasien-pasien itu mendapatkan air bersih dan makanan yang cukup, mereka akan terus bertahan hidup," ungkapnya.

Dokter Tetsu Nakamura tewas pada Rabu (4/12) ketika kelompok bersenjata tak dikenal memberondong peluru mobil yang ia dan lima orang lainnya tumpangi. Insiden itu membuat Afghanistan dan Jepang diselimuti awan duka.

Nakamura menerima panggilan rekruitmen pada 1984 untuk bekerja di sebuah klinik yang merawat pasien kusta di Kota Pakistan, Peshawar. Ia terpukau oleh keindahan kawasan tersebut. Nakamura pun mulai merawat pengungsi Afghanistan yang membanjiri perbatasan setelah invasi Soviet ke Afghanistan pada 1979.

Hal itulah yang mendorongnya membuka sebuah klinik di negara itu pada 1991. "Saya tak mampu mengabaikan rakyat Afghanistan," katanya.

Menyusul kekeringan hebat pada 2000 yang mendatangkan banyak orang sakit dan kelaparan ke kliniknya, ia awalnya membantu membuat sumur. Kemudian muncul ide untuk membuat kanal irigasi yang terinspirasi dari kesamaan antara sungai-sungai di Jepang dan Afghanistan.

Pada 2003 di tahun yang sama saat Nakamura dianugerahi penghargaan Ramon Magsaysay Award, yang kerap disebut Nobel Asia, konstruksi dimulai. Setelah enam tahun bekerja keras, kebanyakan dengan menggunakan tangan dan dalam suhu yang mencapai 50 derajat Celcius, kanal itu pun akhirnya rampung.

Sejak itu, sekitar 16 ribu hektar gurun kembali hidup, menjadikan Nakamura tokoh yang dihormati di Afghanistan. Awal tahun ini dia menjadi orang asing pertama yang diberikan kewarganegaraan Afghanistan.

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA