Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tuesday, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 January 2020

Tiga WNI Meninggal dalam Insiden Perkelahian di Malaysia

Jumat 06 Dec 2019 18:49 WIB

Red: Teguh Firmansyah

Tiga WNI di Malaysia meninggal. (ilustrasi)

Tiga WNI di Malaysia meninggal. (ilustrasi)

Foto: Antara/Oky Lukmansyah
Polisi Malaysia telah menahan tiga orang yang diduga terlibat dalam perkelahian.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Tiga pria warga negara Indonesia (WNI) ditemukan meninggal dunia dalam keadaan terluka di sebuah rumah di dekat Gedok, Gemencheh di Tampin, Negara Bagian Negeri Sembilan, Malaysia, Kamis (5/12) malam. Media setempat Harian Metro, Jumat, menyebutkan mereka meninggal menyusul kejadian sekitar pukul 24.00 tengah malam waktu setempat. Polisi kemudian menahan tiga laki-laki warga Indonesia berusia 29 hingga 42 tahun di lokasi untuk membantu investigasi.

Wakil Kepala Polisi Negeri Sembilan, Senior Asisten Komisioner Che Zakaria Othman mengatakan, aparat menemukan sabit panjang dan pisau yang dipercayai digunakan dalam perkelahian. “Setelah mendapat informasi kejadian pertengkaran di sebuah rumah kongsi yang didiami warga Indonesia, polisi bergegas ke lokasi dan menemui tiga laki-laki dalam keadaan terbaring dan berlumuran darah dengan luka," katanya.

Dia mengatakan, ketiga korban yang dipastikan meninggal dunia adalah pekerja ladang perusahaan lain. Mereka sedang bertandang ke rumah tersebut. Sedangkan tiga pelaku yang ditahan adalah penghuni rumah.

“Mayat korban dibawa ke Hospital Tuanku Jaafar (HTJ), Seremban. Pelaku akan direman (ditahan) hari ini,” katanya. Dia mengatakan, pihaknya masih memburu dua orang lagi yang dipercayai terlibat dalam kejadian ini yang dikenali sebagai Ari dan Ojak atau Razak.

Koordinator Fungsi Pensosbud KJRI Johor Bahru Anang Fauzi Firdaus ketika dikonfirmasi kejadian tersebut mengatakan, Staf Teknis Polisi KJRI Johor Bahru sudah menghubungi Kepolisian Seremban, Negara Bagian Negeri Sembilan.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA