Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Banyak Tenaga Berpendidikan Jerman Dapat Gaji Lebih Tinggi di Luar Negeri

Sabtu 07 Des 2019 08:06 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

picture-alliance/dpa/C. Klose

picture-alliance/dpa/C. Klose

Sebuah penelitian menunjukkan, kebanyakan warga Jerman yang pindah ke luar negeri adalah tenaga berpendidikan. Di tempat yang baru, mereka menerima bayaran lebih tinggi daripada di Jerman.

Warga Jerman pindah dan kerja di luar negeri rata-rata berpenghasilan lebih banyak 1000 euro per bulan daripada ketika bekerja di Jerman, demikian hasil penelitian Institut Nasional untuk Penelitian Kependudukan yang dirilis hari Rabu (4/12).

Baca Juga

Penelitian itu dilakukan bersama dengan Universitas Duisburg yang berkedudukan di kota Essen. Penelitian itu melibatkan 10.000 responden warga Jerman yang beremigrasi. Para peneliti ingin tahu, mengapa mereka meninggalkan Jerman dan bagaimana kehidupan ekonomi mereka setelah pindah ke luar negeri.

"Lebih 60% responden melaporkan bahwa pendapatan bersih mereka di luar negeri 'lebih baik' atau 'jauh lebih baik' daripada pendapatan mereka tahun sebelumnya," kata Andreas Ette dari Institut Penelitian Kependudukan. Bahkan bagi perempuan, atau orang dengan tingkat pendidikan yang lebih rendah, pertambahan pendapatan bisa lebih besar.

Baca juga:Luasnya Peluang Karir Bagi Mahasiswa Jurusan Humaniora di Jerman

Swiss, Austria dan AS paling diminati

Sekitar 180.000 warga Jerman beremigrasi setiap tahun, sementara 130.000 orang Jerman kembali ke negaranya. Sekitar 76% emigran Jerman memiliki gelar sarjana.

Swiss adalah tujuan paling populer bagi warga Jerman, dengan satu dari lima emigran pindah ke sana, diikuti oleh Austria, Amerika Serikat, dan Inggris.

Alasan utama bagi orang Jerman pindah ke luar negeri adalah demi karir, diikuti oleh keinginan cara hidup yang berbeda. Sekitar 37% mengatakan, karier pasangan mereka menjadi alasan mereka untuk pindah. Satu dari lima emigran pindah untuk belajar.

Responden yang diwawancarai untuk penelitian ini berusia antara 20 dan 70 tahun dan telah beremigrasi keluar atau kembali ke Jerman antara Juli 2017 dan Juni 2018.

Sebagian besar emigran Jerman berusia muda, antara usia 20 dan 40 tahun, dengan usia rata-rata antara 36 dan 37 tahun.

Baca juga: Semakin Banyak Guru Asing yang Bekerja di Jerman

Datang dan pergi

"Memang ada orang-orang yang sudah pensiun yang beremigrasi juga, tetapi itu bukan kelompok yang khas. Sebaliknya, orang biasanya akan pergi ke luar negeri segera setelah akhir studinya untuk memulai karir mereka dan mencari pengalaman baru," kata Marcel Erlinghagen dari Institut Sosiologi di Universitas Duisburg di Essen.

"Namun penting untuk dicatat, bahwa kita melihat adanya remigrasi yang relatif. Artinya, orang-orang yang berkualifikasi tinggi akan kembali (ke Jerman). Jadi Anda tidak bisa menyebutnya sebagai kehilangan jangka panjang."

Baca juga: Sekolah Koki di Jerman, Bekerja Sambil Belajar

Erlinghagen membantah emigrasi warga Jerman yang berpendidikan punya dampak "brain drain", atau larinya tenaga-tenaga berkualitas.

Meskipun tingkat keberangkatan di antara orang Jerman yang berpendidikan tinggi cukup besar, para peneliti mengatakan masih banyak tenaga terdidik yang memenuhi syarat yang bisa berimigrasi ke Jerman dari negara lain.

Saat ini, sekitar 5% warga Jerman tinggal di luar negeri, menempatkan Jerman di peringkat ketiga dalam hal emigrasi di antara negara-negara OECD, setelah Polandia dan Inggris. Jumlah emigran Jerman telah meningkat secara bertahap setiap tahun sejak tahun 1980-an.

hp/gtp (dpa, afp)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA