Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Komnas HAM Malaysia Sambut Pembebasan Aktivis Kamboja

Ahad 10 Nov 2019 19:10 WIB

Red: Ani Nursalikah

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Bendera Malaysia (ilustrasi)

Foto: Reuters
Komnas HAM mempersoalkan alasan penahanan awal dan pengusiran warga Kamboja itu.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Komnas HAM Malaysia atau Suruhanjaya Hak Asasi Manusia Malaysia (Suhakam) menyambut baik tindakan Kementerian Dalam Negeri membatalkan arahan pengusiran Wakil Presiden Cambodia National Rescue Party (CNRP) Mu Sochua serta dua aktivis yang ditahan di Bandara Internasional Kuala Lumpur (KLIA).

Ketua Komnas HAM Malaysia Tan Sri Othman bin Hashim membenarkan mereka telah masuk Malaysia. Komnas HAM mempersoalkan alasan penahanan awal dan keputusan mengusir tiga warga Kamboja tersebut yang tidak sepatutnya dilakukan.

"Hak kebebasan mereka dijamin di bawah Pasal 5 Undang-Undang Federal. Oleh karena itu kami meminta pemerintah memberikan penjelasan mengenai sebab-sebab penahanan warga Kamboja tersebut," katanya, Ahad (10/11).

Othman juga menyayangkan akses komunikasi yang terganggu dan kesukaran mereka menghubungi Kantor PBB Urusan Pengungsi (UNHCR). Othman berharap organisasi seperti Komnas HAM dan UNHCR diberikan akses yang bebas dan sepenuhnya kepada mereka dan komunikasi mereka tidak dibatasi.

Komnas HAM mengulangi seruannya kepada pemerintah untuk meratifikasi Konvensi PBB mengenai Status Pelarian 1951. Komnas HAM juga meminta pemerintah memberikan komitmen kepada prinsip tidak memaksa pengungsi atau pencari suaka kembali ke sebuah negara di mana mereka secara hukum harus mengalami penganiayaan (non-refoulment) berdasarkan Pasal 33 (1) Konvensi terkait agar penahanan seperti ini tidak terjadi lagi.

Baca Juga

sumber : Antara
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA