Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

Tuesday, 16 Rabiul Akhir 1442 / 01 December 2020

CFO Huawei Menang di Pengadilan Kanada

Rabu 11 Dec 2019 12:20 WIB

Rep: Lintar/ Red: Christiyaningsih

CFO Huawei Meng Wanzhou Menang di Pengadilan Kanada. Ilustrasi.

CFO Huawei Meng Wanzhou Menang di Pengadilan Kanada. Ilustrasi.

Foto: AP
Pengacara CFO Huawei menang di pengadilan Kanada

REPUBLIKA.CO.ID, VICTORIA -- Pengacara Chief Financial Officer (CFO) Huawei menang di pengadilan Kanada. Kemenangan itu diraih setelah hakim meminta jaksa agung Kanada untuk menyerahkan lebih banyak bukti dan dokumen yang berkaitan dengan penangkapan Meng Wanzhou.

Pada Rabu (11/12) Hakim Ketua Mahkamah Agung British Columbia Heather Holmes setuju dengan tim pengacara Huawei Technologies Co Ltd. Jaksa tidak berhasil membuktikan legitimasi penahanan Meng.

Namun Holmes mengingatkan keputusannya terbatas. Serta tidak berkaitan dengan tuduhan Huawei yang menyatakan pihak berwenang Kanada menangani identifikasi peralatan elektronik Meng secara tidak benar.

Meng ditahan di Bandara Internasional Vancouver pada 1 Desember 2018. Penahanan itu berdasarkan permintaan Amerika Serikat (AS). Negeri Paman Sam menuduh Meng telah melakukan penipuan bank dan membohongi bank HSBC tentang bisnis Huawei di Iran.

Ia membantah tuduhan tersebut dan melawan balik permintaan ekstradisinya. Sebelum ditahan, Meng ditanyai oleh pihak berwenang Kanada. Pengacaranya meminta pemerintah Kanada menyerahkan dokumen lebih banyak tentang penahanan tersebut.

Tim hukum Meng melawan ekstradisinya di pengadilan Kanada. Alasannya Amerika Serikat menggunakan ekstradisi Meng untuk tujuan politik dan ekonomi.

Mereka juga menyatakan penahanan, pengeledahan, dan interogasi yang dilakukan pihak berwenang Kanada terhadap Meng atas nama Badan Penyelidikan Federal AS (FBI) tidak sah. Dalam putusannya Holmes menulis ia menemukan adanya celah penting dalam bukti yang diajukan jaksa agung.

Holmes mempertanyakan mengapa Badan Layanan Perbatasan Kanada (CBSA) membuat apa yang digambarkan sebagai kesalahan sederhana. CBSA menyerahkan kode akses yang harus diberikan Meng kepada mereka ke polisi federal Kanada (RCMP atau Royal Canadian Mounted Police).

Holmes juga mengatakan jaksa agung tidak memberikan bukti yang cukup dalam membantah kesimpulan lainnya yang menyatakan RCMP telah mengirim nomor seri dan alat identifikasi Meng lainnya ke FBI. Holmes mengatakan celah bukti ini menimbulkan pertanyaan di luar atau spekulasi rantai peristiwa. Hal ini membuatnya menyimpulkan pengajuan kasus Meng melintasi ambang batas air of reality (pembuktian).


sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA