Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Saturday, 14 Rabiul Awwal 1442 / 31 October 2020

Artefak Langka Kuno Saudi Dipamerkan di Kota Roma Italia

Rabu 11 Dec 2019 15:45 WIB

Rep: Febryan A/ Red: Nashih Nashrullah

Artefak kuno Saudi yang dipamerkan berusia ribuan tahun. Foto ilustrasi bendera Arab Saudi.

Artefak kuno Saudi yang dipamerkan berusia ribuan tahun. Foto ilustrasi bendera Arab Saudi.

Foto: Eurosport
Artefak tersebut berasar dari peradaban kuno Semenanjung Arab.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH – Menteri Kebudayaan Saudi, Pangeran Badr bin Abdullah, meresmikan pameran artefak kuno di sejumlah mueseum di seluruh dunia pada November lalu. Diisi dengan artefak dari peradaban kuno di Semenanjung Arab, pameran itupun mendapatkan reputasi internasional lantaran sudah dikunjungi 5 juta orang.

Saat ini pameran tersebut sedang digelar di Museum Nasional Romawi, Roma, Italia. Pameran itu bertajuk, "Roads of Arabia: Masterpieces of Antiquities in Saudi Arabia Across the Ages."

Dilansir dari arabnews.com, Rabu (11/12), pameran itu disebut menampilkan banyak artefak penting. Seperti peralatan berburu, senjata, perhiasan, peralatan yang terbuat dari logam mulia, kaca, pualam, keramik, patung dan lukisan dinding. 

Baca Juga

Semuanya merupakan ekspresi dari produksi lokal, pertukaran perdagangan dan kontak budaya di Semenanjung Arab pada masa silam.

Direktur Museum Nasional Romawi, Alessandra Capodiferro, Senin (9/12), memuji reputasi internasional yang dicapai pameran tersebut. Hal itu tak terlepas dari keunikan artefak yang ditampilkan.

Capodiferro menyebut, pameran itu juga menampilkan literatur kuno yang mengungkap kekayaan sejarah Semenanjung Arab. 

Semua itu, kata dia, adalah buah dari kerja keras Kerajaan Saudi dengan para arkeolognya selama bebera dekade terakhir. Termasuk tim yang dipimpin oleh arkeolog Italia.  Sebab, lanjut dia, penggalian yang dilakukan pada sejumlah misi itu tak hanya menemukan artefak dari Semenanjung Arab kuno. Tapi juga dari era prasejarah, kuno, dan Kekaisaran Romawi.

Pameran tersebut menyoroti periodesasi peradaban di Semenanjung Arab yang memperlihatkan interaksi budaya antara peradaban Arab dan Romawi.

Pameran di Roma, sebagai museum ke 17, akan terus berlanjut hingga tiga bulan kedepan. Pameran yang telah dan akan terus diselenggarakan di museum internasional di kota-kota Eropa, Amerika, dan Asia, itu berhasil menarik pengunjung hingga 5 juta orang.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA