Rabu 11 Dec 2019 16:53 WIB

AS Hentikan Pelatihan Militer Saudi Pasca-Penembakan Florida

Pentagon meminta peninjauan menyeluruh untuk pemeriksaan siswa internasional.

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini
Pintu masuk Pangkalan Angkatan Udara AS di Pensacola, Florida. Penembakan oleh letnan Arab Saudi yang sedang belajar di sana menewaskan tiga orang, Jumat (6/12).
Foto: AP Photo/Melissa Nelson
Pintu masuk Pangkalan Angkatan Udara AS di Pensacola, Florida. Penembakan oleh letnan Arab Saudi yang sedang belajar di sana menewaskan tiga orang, Jumat (6/12).

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pentagon mengumumkan telah menghentikan sementara pelatihan operasional semua personel militer Arab Saudi di Amerika Serikat (AS), Selasa (10/12). Pemberhentian itu dilakukan setelah peristiwa penembakan mematikan oleh seorang perwira angkatan udara Saudi di pangkalan militer Florida.

Juru Bicara Angkatan Laut AS Letnan Andriana Genualdi mengatakan, masalah keamanan dan jeda operasional dimulai pada Senin untuk siswa penerbangan Arab Saudi. Landasan itu mencakup tiga fasilitas militer yang berbeda di Florida, Pensacola, Pangkalan Udara Pangkalan Angkatan Udara Naval, dan Mayport Pangkalan Udara Angkatan Udara.

Baca Juga

Angkatan Udara AS mengatakan, kebijakan terhadap siswa penerbangan Saudi juga diterapkan pada pangkalan tambahan. "Mengingat peristiwa traumatis, kami merasa yang terbaik adalah menjaga siswa Angkatan Udara Kerajaan Saudi dari jadwal terbang untuk waktu yang singkat," kata juru bicara Angkatan Udara.

Keputusan itu akan berdampak luas, termasuk membuat lebih dari 300 siswa penerbangan militer Arab Saudi. Pentagon menyatakan, ada sekitar 850 siswa Saudi saat ini dalam program pelatihan militer AS.

Pentagon juga telah memerintahkan peninjauan menyeluruh untuk prosedur pemeriksaan siswa internasional yang berpartisipasi dalam pelatihan instalasi militer AS. Perintah lanjutan pun menuntut agar prosesnya diperketat.

Memo yang ditandatangani oleh Wakil Sekretaris Pertahanan David Norquist, mengatakan, peninjauan pengecekan harus diselesaikan dalam 10 hari. Pembatasan penerbangan akan berlanjut sepanjang peninjauan dan sampai ditetapkan oleh para pemimpin senior.

Biro Investigasi Federal (FBI) mengatakan, para penyelidik AS percaya angkatan udara Saudi Letnan Dua Mohammed Saeed Alshamrani bertindak sendiri ketika menyerang pangkalan angkatan laut AS di Pensacola, Florida, pada Jumat. Setelah melakukan aksinya, dia pun ditembak mati oleh wakil kepala kepolisian daerah.

Penembakan itu kembali menimbulkan pertanyaan tentang hubungan militer AS dengan Arab Saudi. Hubungan kedua negara mendapat sorotan tajam atas perang di Yaman dan pembunuhan kolumnis Washington Post Jamal Khashoggi di Washington Post tahun lalu.

Namun, para pemimpin militer AS telah berusaha menggambarkan itu sebagai masalah lokal yang tidak akan mempengaruhi hubungan AS-Saudi secara keseluruhan. Menteri Pertahanan Mark Esper telah menolak penembakan itu mungkin membuatnya lebih tegangan antara kedua negara.

"Arab Saudi adalah mitra lama kami di kawasan ini. Kami berbagi kepentingan keamanan bersama," ujar Esper.

Esper mengatakan dia telah menginstruksikan angkatan bersenjata untuk meninjau keamanan di pangkalan militer. Mereka akan menyaring tentara asing yang datang ke AS untuk pelatihan setelah penembakan. 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement