Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Selasa, 3 Jumadil Akhir 1441 / 28 Januari 2020

Medis Selandia Baru Pesan Kulit untuk Korban Letusan Gunung

Jumat 13 Des 2019 00:11 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Nur Aini

Sejumlah turis mengabadikan erupsi gunung berapi di White Island, Selandia Baru, Senin (9/12).

Sejumlah turis mengabadikan erupsi gunung berapi di White Island, Selandia Baru, Senin (9/12).

Foto: Michael Schade via AP
Kulit manusia dipesan di bank kulit AS untuk korban letusan gunung Selandia Baru.

REPUBLIKA.CO.ID, WHAKATANE -- Petugas medis yang menangani korban selamat dari letusan gunung berapi White Island menyatakan akan memesan kulit untuk menolong yang selamat. Kulit tambahan tersebut diperlukan bagi korban yang mengalami luka bakar.

Baca Juga

Kepala medis  Dr. Peter Watson menyatakan, kulit tambahan telah dipesan dari bank kulit Amerika Serikat. Petugas rumah sakit mengantisipasi membutuhkan kulit ekstra 120 meter persegi untuk pencangkokan pada pasien.

Staf medis Selandia Baru bekerja sepanjang waktu untuk merawat para korban yang selamat di unit luka bakar rumah sakit. Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan, beberapa warga Australia yang terluka telah dievakuasi secara medis.

Pihak berwenang mengatakan, sebanyak 24 warga Australia, sembilan warga Amerika, lima warga Selandia Baru, empat warga Jerman, dua warga Inggris, dua warga China, dan seorang warga Malaysia mengunjungi pulau itu pada saat letusan. Mereka kebanyakan berasal dari kapal pesiar Royal Caribbean yang meninggalkan Sydney dua hari sebelumnya.

Sedangkan, para pejabat Selandia Baru akan mulai pengambilan delapan mayat pada Jumat (13/12) yang diyakini berada di White Island sejak ledakan vulkanis pada awal pekan. Evakuasi korban sebelumnya tertunda karena aktivitas gunung berapi yang masih berbahaya untuk proses evakuasi.

White Island adalah puncak gunung berapi bawah laut yang sebagian besar berjarak sekitar 50 kilometer dari Pulau Utara Selandia Baru. Pulau itu telah menjadi daya tarik populer yang dikunjungi oleh ribuan wisatawan setiap tahun. 

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA