Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Saturday, 5 Rajab 1441 / 29 February 2020

Tertinggi di Eropa, Tingkat Depresi Kaum Perempuan dan Remaja di Jerman

Jumat 13 Dec 2019 04:19 WIB

Rep: deutsche welle/ Red: deutsche welle

picture alliance/empics/N. Carson

picture alliance/empics/N. Carson

Sebuah studi menemukan bahwa tingkat depresi penduduk Jerman kedua tertinggi di Eropa, setelah Luxemburg. Hampir 1 dari 10 orang di Jerman menunjukkan gejala depresi.

Hampir satu dari setiap 10 orang di Jerman menunjukkan gejala depresi, demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Robert Koch Institut yang dipublikasikan hari Rabu (11/12).

Baca Juga

Studi ini menemukan bahwa 9,2 persen responden di Jerman menunjukkan tanda-tanda gejala depresi, yang digunakan peneliti sebagai indikator depresi. Angka itu lebih tinggi dari angka rata-rata Uni Eropa, yaitu 6,6 persen. Studi dilakukan di 25 negara anggota Uni Eropa.

"Hasil untuk Jerman menunjukkan prevalensi gejala depresi yang sangat tinggi," kata penelitian itu.

Studi ini merujuk pada gejala-gejala depresi yang didaftar oleh Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. Ini mencakup: penurunan berat badan yang signifikan atau nafsu makan yang buruk, insomnia atau hipersomnia, kelelahan atau kehilangan energi, perasaan tidak berharga atau rasa bersalah yang berlebihan atau tidak pantas, berkurangnya kemampuan untuk berpikir atau berkonsentrasi, kurangnya minat melakukan sesuatu.

'Prevalensi perempuan lebih tinggi'

Secara umum, perempuan di Jerman menunjukkan gejala depresi lebih sering daripada pria, masing-masing 10,8 persen dan 7,6 persen.

"Perbedaan antara kedua jenis kelamin ini konsisten dengan hasil internasional lainnya," kata penelitian itu. "Selain faktor biologis, prevalensi perempuan yang lebih tinggi saat ini sering dilihat sebagai akumulasi dari faktor-faktor psikososial."

Studi ini juga menemukan bahwa gejala depresi di Jerman lebih sering terjadi di kalangan anak muda bila dibandingkan dengan rata-rata Uni Eropa, yaitu 11,5 persen dibandingkan dengan 5,2 persen.

"Hasil ini harus didiskusikan dengan latar belakang perbedaan usia dan struktur sosial, dan menunjuk pada kebutuhan untuk pencegahan dan penyediaan perawatan yang khusus menargetkan orang-orang muda di Jerman," kata Robert Koch Institut.

Sejak awal 2000-an, pencegahan dan pengobatan depresi telah menjadi salah satu target kesehatan nasional di Jerman.

Studi di Jerman dilakukan antara November 2014 sampai Juli 2015 dan melibatkan sekitar 25.000 orang di atas 15 tahun. Sedangkan untuk seluruh Uni Eropa dilibatkan lebih dari 250.000 responden.

hp/vlz (dpa, afp)

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan deutsche welle. Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab deutsche welle.
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA