Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Wednesday, 4 Jumadil Akhir 1441 / 29 January 2020

Polisi Australia Selidiki Pencurian Air Selama Kemarau

Jumat 13 Dec 2019 06:41 WIB

Rep: Antara/ Red: Christiyaningsih

Petugas damkar setempat mengamankan propert di  Waratah Road dan Kelyknack Road saat lautan api kebakaran semak mendekati  approaches kawasan Mangrove Mountain, Australia, Kamis (5/12). Kepolisian Australia sedang menyelidiki pencurian puluhan ribu liter air min saat kemarau. Ilustrasi.um

Petugas damkar setempat mengamankan propert di Waratah Road dan Kelyknack Road saat lautan api kebakaran semak mendekati approaches kawasan Mangrove Mountain, Australia, Kamis (5/12). Kepolisian Australia sedang menyelidiki pencurian puluhan ribu liter air min saat kemarau. Ilustrasi.um

Foto: AAP Image/Dan Himbrechts/via REUTERS
Kepolisian Australia sedang menyelidiki pencurian puluhan ribu liter air minum

REPUBLIKA.CO.ID, MELBOURNE -- Kepolisian Australia sedang menyelidiki pencurian puluhan ribu liter air minum. Pencurian air minum itu dilakukan dari salah satu lokasi dewan di ujung pantai utara Negara Bagian New South Wales, yang dilanda kemarau dan kebakaran hutan.

Kebakaran lahan sejak November menewaskan sedikitnya empat orang. Kebakaran juga menghanguskan sekitar satu juta hektar lahan pertanian dan semak belukar serta merusak lebih dari 400 rumah.

Polisi mengungkapkan pelaku dengan menggunakan tangki air dan Toyota Hilux mencuri sekitar 25 ribu liter air minum dari sebuah properti di Kota Murwillumbah, di ujung pantai utara negara bagian NSW. Aksi pencurian air selama masa-masa sulit bagi sebagian besar New South Wales 'mengejutkan', demikian kata Kepala Reserse Inspektur Luke Arthurs.

"Pencurian semacam ini tak dapat diterima," tambahnya. "Polisi akan terus menyelidiki insiden ini dan meminta bagi siapa pun yang memiliki informasi terkait agar menghubungi kami," terang Arthur.

Sydney pekan ini diselimuti asap saat negara bagian tersebut mencatat beberapa kualitas udara terburuk di dunia. Keadaan itu meningkatkan kemarahan masyarakat sekaligus tekanan politik terhadap pemerintah agar bertindak lebih banyak untuk memerangi perubahan iklim.

Baca Juga

sumber : Reuters
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA