Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Festival Musik Saudi, Rekor Pengunjung Hingga DJ Wanita

Sabtu 21 Dec 2019 13:47 WIB

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nashih Nashrullah

Festival Musik Saudi 2019 mencetak rekor pengunjung di level global.

Festival Musik Saudi 2019 mencetak rekor pengunjung di level global.

Foto: Eurosport
Festival Musik Saudi dihadri lebih dari 130 ribu pengunjung.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH - MDL Beast, festival musik, seni dan budaya terbesar di Saudi menarik lebih dari 130 ribu penggemar dari seluruh dunia pada hari pertama acara.

Baca Juga

Festival yang berlangsung selama tiga hari ini telah mengungguli festival global lainnya seperti Tomorrowland Belgia dan Coachella Kalifornia. Dengan catatan kehadiran pada hari Kamis (21/12) tersebut, MDL Beast Music Festival melesat ke puncak acara musik yang paling banyak dihadiri di seluruh dunia.  

Festival musik Tomorrowland sekitar 66 ribu orang hadir setiap tahun sementara Coachella di Kalifornia dihadiri hampir 99 ribu setiap tahun.

Kerumunan penonton berduyun-duyun masuk ke festival musik pertama dengan banyak panggung di Arab Saudi untuk menonton superstar musik global termasuk Tiësto, Martin Garrix, Black Coffee, Swizz Beatz dan Rick Ross plus artis lokal Cosmicat, DJ Baloo, Dish Dash, Hatoon Idrees dan Simi Haze. 

MDL Beast adalah momen penting dan pengalaman yang benar-benar unik bagi orang Saudi dan pengunjung internasional ke Kerajaan. 

Karena untuk pertama kalinya mereka dapat menikmati begitu banyak bidang budaya, seni, dan industri musik Arab Saudi yang ditampilkan dalam satu venue acara.

Idrees (32) seorang musisi wanita Saudi yang multi talenta, pemain Oud, DJ dan produser musik menggambarkan partisipasinya dalam MDL Beast Festival sebagai mimpi yang menjadi kenyataan. "Saya bermain DJ dan bergabung dengan repertoar Oud dengan deep house music," kata Idrees dilansir di Saudi Gazette, Sabtu (21/12). 

Dia mengungkapkan mengenai ikatan istimewanya dengan salah satu alat musik gesek tertua, Oud. "Oud dan aku adalah satu. Saya bermain Oud dengan semua indra saya dan benar-benar memancarkan perasaan kebahagiaan, kemarahan, gairah, kekuatan, kelemahan melalui instrumen berbentuk buah pir itu. Saya merasa bahwa kita kadang-kadang berbicara satu sama lain dan itu mungkin terdengar gila," jelasnya.

Idrees melakukan sinkronisasi suara yang menggabungkan Oud dengan deep house music dan banyak musik lainnya. Menurutnya hal itu yang membuat musiknya lebih istimewa.

"Sebagai perempuan Saudi di industri musik, saya menyambut baik perubahan ini.  Karena bersama dengan Visi 2030 semuanya telah berubah dan kami telah mendapatkan kesempatan untuk menunjukkan diri kepada dunia," kata Idrees.  

 

 

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA