Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Setengah Bangunan Notre Dame tidak Bisa Diselamatkan

Kamis 26 Dec 2019 06:13 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Ani Nursalikah

Setengah Bangunan Notre Dame tidak Bisa Diselamatkan. Kondisi Katedral Notre-Dame di Paris, Prancis usai kebakaran.

Setengah Bangunan Notre Dame tidak Bisa Diselamatkan. Kondisi Katedral Notre-Dame di Paris, Prancis usai kebakaran.

Foto: EPA
Kebakaran menghancurkan atap dan meruntuhkan puncak Notre Dame.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pendeta Katedral Notre Dame Patrick Chauvet mengatakan, Notre Dame masih sangat rapuh sehingga 50 persen strukturnya mungkin tidak sepenuhnya terselamatkan. Keadaan itu karena perancah yang dipasang sebelum kebakaran tahun ini mengancam kubah monumen terkenal di Paris, Prancis itu.

"Hari ini tidak keluar dari bahaya. Itu akan keluar dari bahaya ketika kita mengambil perancah yang tersisa," ujar Chauvet, Rabu (25/12).

Chauvet mengatakan, pekerjaan restorasi tidak akan dimulai sampai 2021. Hal itu pun menjadi begitu menyakitkan karena tidak dapat merayakan ibadah Natal di dalam Notre Dame tahun ini, untuk pertama kalinya sejak Revolusi Perancis.

"Hari ini kita dapat mengatakan mungkin ada kemungkinan 50 persen itu akan diselamatkan. Ada juga kemungkinan 50 persen perancah jatuh ke tiga lemari besi, sehingga Anda dapat melihat bangunan itu masih sangat rapuh," kata Chauvet.

Katedral abad ke-12 ini sedang dalam renovasi setelah kebakaran April yang tidak disengaja. Kebakaran itu menghancurkan atap dan meruntuhkan puncaknya. Salah satu bagian terberat dari upaya pembersihan adalah memotong 50 ribu tabung perancah lama yang bersilangan di bagian belakang bangunan.

"Kita harus menghilangkan sepenuhnya perancah untuk membuat bangunan itu aman sehingga pada 2021 kita mungkin akan memulai pemulihan katedral," kata Chauvet.

Setelah perancah dapat dihilangkan, pekerjaan lanjutan perlu dilakukan. Nantinya, perlu ada penilai keadaan katedral yang berguna dalam menentukan jumlah batu yang harus dilepas dan diganti.

Chauvet memperkirakan akan memakan waktu tiga tahun untuk membuatnya cukup aman bagi orang-orang untuk memasuki kembali katedral. Namun, pemulihan penuh bangunan akan memakan waktu lebih lama.

Presiden Prancis Emmanuel Macron menginginkan Notre Dame dibangun kembali pada 2024. Tahun itu ketika Paris menjadi tuan rumah Olimpiade, tetapi para ahli mempertanyakan keinginan tersebut karena mempertimbangkan perhitungan nyata dari waktu yang diberikan.

sumber : AP
BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA