Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Saksi Mata Tsunami Thailand: Bencana Masih Menghantui Saya

Jumat 27 Des 2019 00:49 WIB

Red: Nashih Nashrullah

Sebanyak 5.300 korban jiwa tsunami 2004 di Thailand. Foto kejadian tsunami 2004 di Thailand.

Sebanyak 5.300 korban jiwa tsunami 2004 di Thailand. Foto kejadian tsunami 2004 di Thailand.

Foto: AP
Sebanyak 5.300 korban jiwa tsunami 2004 di Thailand.

REPUBLIKA.CO.ID, PHANG NGA— Masyarakat Asia memperingati meninggalnya lebih dari 230 ribu orang akibat bencana tsunami Samudra Hindia pada Kamis (26/12), tepat peringatan 15 tahun salah satu bencana paling dahsyat di dunia.

Baca Juga

Pada pagi hari setelah Hari Natal tahun 2004, gempa berkekuatan 9,1 di bagian utara Pulau Sumatra memicu tsunami dengan gelombang setinggi 17,4 meter (57 kaki) yang melanda daerah pesisir yang rentan di Indonesia, Sri Lanka, India, Thailand dan sembilan negara lainnya. 

"(Bencana) itu masih menghantui saya ... saya selalu mengingatnya sepanjang waktu," kata Suwannee Maliwan, 28, yang kehilangan kedua orang tua dan lima kerabat lainnya ketika tsunami menghantam Provinsi Phang Nga di Thailand.

"Kadang-kadang saya bermimpi gelombang datang. Saya masih takut," katanya. "Terkadang saya ingin pindah ke tempat lain, tetapi itu tidak mungkin karena saya dilahirkan di sini, ayah dan ibu saya meninggal di sini."

Peringatan itu dijadwalkan di provinsi Indonesia di Aceh, di mana seluruh desa diratakan dan lebih dari 125 ribu orang meninggal dalam gelombang raksasa itu. Sejak itu, area tersebut sebagian besar telah dibangun kembali, dengan sekitar 25.600 bangunan tempat tinggal, komersial, pemerintah dan sekolah dibangun di dalam zona berisiko tinggi, yang telah mengalami kehancuran total pada tahun 2004.

Di Thailand, di mana lebih dari 5.300 orang meninggal, termasuk para wisatawan yang mengunjungi pulau-pulau resor di Laut Andaman, para pejabat mengadakan upacara peringatan dan menyerukan lebih banyak kesadaran dan kesiapan terhadap bencana.

"Pemerintah ingin mengangkat standar keselamatan ... dan membangun kesadaran di semua sektor dalam mempersiapkan dan melindungi orang terhadap bencana," kata Wakil Menteri Dalam Negeri Thailand, Nipon Bunyamanee, pada upacara pembukaan. 

Dia mengatakan 26 Desember telah ditetapkan sebagai hari pencegahan kecelakaan nasional. Para pejabat kemudian meletakkan karangan bunga di sebuah pusat peringatan di Provinsi Phang Nga untuk memberikan penghormatan kepada keponakan Raja Maha Vajiralongkorn, Bhumi Jensen, yang terakhir terlihat bermain jet ski di lepas pantai ketika tsunami melanda.

Upacara antaragama untuk korban Muslim, Kristen, dan Buddha juga dijadwalkan. Korban selamat dari Ban Nam Khem, desa Thailand yang paling parah, akan mengadakan upacara penyalaan lilin di malam hari. Setidaknya 1.400 orang meninggal ketika gelombang menghantam desa nelayan itu.

Di India, di mana lebih dari 10 ribu orang meninggal dalam tsunami, para penyintas juga akan mengadakan upacara peringatan. Lebih dari 35 ribu orang meninggal di Sri Lanka.

 

 

 

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA