Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Tiga Teori Asal Mula Boxing Day

Jumat 27 Dec 2019 04:17 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih

Boxing Day adalah hari libur sehari setelah Natal di Inggris dan beberapa negara lain. (ilustrasi).

Boxing Day adalah hari libur sehari setelah Natal di Inggris dan beberapa negara lain. (ilustrasi).

Foto: gifts4women.org
Boxing Day adalah hari libur sehari setelah Natal di Inggris dan beberapa negara lain

REPUBLIKA.CO.ID, LONDON -- Inggris dan beberapa negara lainnya seperti Australia dan Kanada memiliki hari libur sekuler yang dirayakan satu hari setelah Hari Natal. Hari libur itu dikenal dengan Boxing Day.

Tidak ada yang yakin kapan Boxing Day dimulai. Beberapa orang percaya perayaan itu sudah dilakukan berabad-abad yang lalu. Ketika para pelayan keluarga bangsawan diberi libur selama satu hari setelah Hari Natal.

Ada pula yang melacaknya hingga masa Romawi kuno. Beberapa yakin Boxing Day berawal dari praktek bangsa Roma mengumpulkan uang dengan kotak.

Mereka mengatakan orang-orang Romawi yang membawa praktik itu ke Inggris. Di mana para tokoh agama membawa kotak amal untuk mengumpulkan sumbangan lalu didistribusikan kembali ke masyarakat yang kurang beruntung.

Tradisi ini berkembang pada Zaman Victoria dan semakin populer hingga hari ini. Di Kerajaan Inggris mungkin hal itu sebagai praktik masa lalu. Tapi Boxing Day masih dirayakan dibeberapa negara Persemakmuran Inggris seperti Kanada, Australia, dan Kenya. Berikut beberapa teori asal mula Boxing Day.

1. Teori hadiah dari kalangan atas

Hingga hari ini belum ada yang tahu persis mengapa satu hari setelah hari Natal disebut Boxing Day. Tapi satu hal yang pasti hari itu tidak ada hubungannya dengan boxing atau olahraga tinju.

Kemungkinan besar tradisi itu berasal dari Inggris di mana masyarakat dari kelas atas memberikan hadiah kepada pelayan dan pedagang. Hadiah itu dinamakan 'Christmas Box atau Kotak Natal'.

Box atau kotak hadiah itu berisi uang atau hadiah. Kotak ini diberikan satu hari setelah perayaan Natal sebagai rasa terima kasih atau penghargaan atas pelayanan mereka selama satu tahun.

2. Teori kotak gereja

Beberapa orang yakin tradisi ini berasal dari tradisi gereja. Dulu gereja meletakkan kotak amal di depan pintu mereka.

Kotak itu untuk mengumpulkan sumbangan dari mereka yang berpunya lalu disumbangkan kembali kepada mereka yang kurang beruntung. Sumbangan itu diberikan untuk menghibur mereka yang kekurangan.

3. Teori tradisi angkatan laut

Beberapa orang melacak tradisi Boxing Day hingga ke tradisi angkatan laut Inggris. Dulu di setiap pelayaran panjang angkatan laut Inggris selalu menyimpan kotak terkunci yang berisi uang di atas kapal.

Apabila pelayaran berjalan sukses. Kotak itu diserahkan kepada Imam Gereja untuk didistribusikan kepada orang miskin.

Masih ada beberapa teori lainnya. Tapi sama sekali tidak berhubungan dengan bagaimana Boxing Day dirayakan saat ini. Di mana toko-toko meletakan 'kotak besar' yang barang-barang elektronik seperti televisi atau komputer dengan harga miring.

Baca Juga

sumber : AP
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA