Selasa 07 Jan 2020 01:50 WIB

Jepang Minta Dunia Hindari Eskalasi Kematian Soleimani

PM Jepang sangat prihatian terkait situasi Timur Tengah setelah kematian Soleimani.

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Indira Rezkisari
Seorang warga membawa potret Soleimani pada pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani,  dan komandan Milisi Abu Mahdi al-Muhandi di Teheran, Iran, Senin (6/1).
Foto: Nazanin Tabatabaee/WANA (West Asia News Agency) via Reuters
Seorang warga membawa potret Soleimani pada pemakaman Mayor Jenderal Qassem Soleimani, dan komandan Milisi Abu Mahdi al-Muhandi di Teheran, Iran, Senin (6/1).

REPUBLIKA.CO.ID, ANKARA -- Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe meminta semua pihak yang terlibat dalam konflik untuk menyelesaikan masalah mereka melalui cara diplomatik. Pernyataannya menyusul pembunuhan seorang jenderal penting Iran Qasem Soleimani dalam serangan udara AS pada Jumat lalu.

Dilansir dari Anadolu Agency, Senin (6/1), Abe mengatakan pada konferensi pers bahwa dia sangat prihatin tentang situasi yang terjadi di Timur Tengah setelah pembunuhan Qasem Soleimani. Abe meminta semua pihak menghindari eskalasi di wilayah tersebut.

Baca Juga

Dalam kesempatan itu Abe juga menekankan pentingnya diplomasi untuk menyelesaikan masalah di wilayah tersebut. Jepang berencana untuk mengirim pasukan ke Teluk Aden, seperti yang diumumkan sebelum pembunuhan Soleimani.

Abe mengatakan hal itu akan membantu mengamankan navigasi yang aman terhadap kapal komersial, dan memastikan keamanan dalam rute perdagangan maritim. Serta mengurangi ketegangan di Timur Tengah.

Kantor berita Jepang, Kyodo, melaporkan bahwa pasukan angkatan laut sedang dikirim untuk kegiatan pengumpulan-informasi untuk membantu memastikan keamanan jalur pengiriman minyak utama.

Soleimani, kepala pasukan elit Pengawal Revolusi Iran Quds, tewas Jumat lalu oleh serangan pesawat tak berawak AS bersama dengan Abu Mahdi al-Muhandis, komandan senior pasukan Hashd al-Shaabi Irak, dan delapan lainnya.

Kepemimpinan Iran telah bersumpah untuk membalas kematian Soleimani. Presiden Iran Hassan Rouhani mengatakan pembunuhan itu telah melipatgandakan tekad Iran untuk melawan kemajuan AS dan mempertahankan nilai-nilai Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement