Selasa 07 Jan 2020 09:14 WIB

Buntut Kematian Soleimani, Inggris Kurangi Staf di Iran

Inggris mengurangi staf di kedutaan besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum

Rep: Antara/Lintar Satria/ Red: Christiyaningsih
Inggris mengurangi staf di kedutaan besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum. Ilustrasi.
Foto: Reuters
Inggris mengurangi staf di kedutaan besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum. Ilustrasi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Inggris telah mengurangi staf di kedutaan besarnya di Iran dan Irak ke tingkat minimum. Langkah ini diambil setelah komandan militer Iran di Qassem Soleimani dibunuh dalam serangan drone AS.

Reuters yang mengutip Sky News melaporkan penarikan para diplomat adalah langkah pencegahan di luar data spesifik intelijen dari suatu ancaman, menurut laporan itu, yang mengutip sumber-sumber diplomatik. Duta Besar Rob Macaire di Teheran dan Stephen Hickey di Baghdad akan tetap berada di pos mereka.

Baca Juga

Kantor Luar Negeri Inggris mengatakan kedutaan besarnya di Baghdad dan Teheran tetap terbuka tetapi menolak mengomentari detail operasional kedutaan. "Keselamatan dan keamanan staf kami sangat penting dan kami menjaga keamanan kami berdasarkan tinjauan rutin," kata seorang juru bicara.

Sebelumnya, Perdana Menteri Inggris Boris Johnson pada Ahad (5/1) menyatakan Inggris tidak akan menyesali kematian komandan Pengawal Revolusi Iran Qasem Soleimani. Soleimani tewas akibat serangan pesawat nirawak Amerika Serikat di Irak pada Jumat.

Akan tetapi Inggris menyerukan pengendalian diri untuk merespons kematiannya. "Soleimani bertanggung jawab atas pola tingkah laku yang memecah belah dan mengacaukan di kawasan. Mengingat peran utama yang ia mainkan dalam sejumlah aksi, yang menewaskan ribuan warga sipil tak berdosa dan personel barat, kami tidak akan menyesali kematiannya," kata Johnson melalui pernyataan.

sumber : Reuters
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement