Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Thursday, 16 Sya'ban 1441 / 09 April 2020

Mahathir Kaitkan Pembunuhan Soleimani dengan Kasus Khashoggi

Selasa 07 Jan 2020 16:32 WIB

Rep: Fergi Nadira/ Red: Ani Nursalikah

Mahathir Kaitkan Pembunuhan Soleimani dengan Kasus Khashoggi. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Mahathir Kaitkan Pembunuhan Soleimani dengan Kasus Khashoggi. Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad.

Foto: The Star
Mahathir meminta negara-negara Muslim bersatu atas pembunuhan Soleimani.

REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad mengaitkan pembunuhan jenderal Iran Qassem Soleimani dan pembunuhan kolumnis Saudi Jamal Khashoggi, Selasa (7/1). Menurutnya, kedua kasus tersebut sama-sama melanggar hukum internasional dan tidak bermoral sama sekali.

"Kedua pembunuhan itu terjadi melewati batas-batas, melanggar hukum, dan merupakan tindakan tak bermoral. Kami tidak lagi aman kini. Jika ada orang yang menghina atau mengatakan sesuatu yang tidak disukai orang lain, dari negara lain mengirim drone dan mungkin menembaki saya," ujar Mahathir dilansir Bloomberg, Selasa (7/1).

Mahathir juga memperingatkan serangan udara Amerika Serikat (AS) di dekat bandar udara Baghdad malah dapat menyebabkan meningkatnya terorisme. Mahathir meminta negara-negara Muslim bersatu atas pembunuhan itu.

"Kami melihat tindakan seperti itu dapat dilakukan menyasar pria yang sangat kuat dinegaranya, melawan hukum dunia. Dan pada saat ini kita tidak bisa berbuat apa-apa," kata Mahathir.

Soleimani tewas bersama dengan seorang pemimpin milisi Irak setempat dalam serangan pesawat tak berawak pada Jumat pekan lalu. Serangan AS terjadi setelah serangan terhadap pangkalan militer AS di Irak dan kedutaan AS di Baghdad oleh pasukan yang menurut AS diarahkan oleh Iran.

Sementara Khashoggi dibunuh di konsulat Arab Saudi di Istanbul. Sebuah laporan oleh Pelapor Khusus Perserikatan Bangsa-Bangsa Agnes Callamard merekam bahwa agen-agen Saudi sedang mendiskusikan bagaimana memotong-motong tubuh Khashoggi beberapa menit sebelum dia memasuki konsulat.

Baca Juga

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA