Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Cina Awasi Perkembangan Situasi di Timteng

Kamis 09 Jan 2020 16:56 WIB

Rep: Kamran Dikarma/ Red: Nur Aini

Bendera Cina.

Bendera Cina.

Foto: ABC News
Sikap Cina di Timteng sejalan dengan Rusia.

REPUBLIKA.CO.ID, BEIJING -- Cina mengatakan terus memantau dan mengawasi perkembangan di Timur Tengah. Beijing menyatakan sikapnya mengenai situasi di sana sejalan dengan Rusia.

Baca Juga

"Cina terus mengawasi situasi di Timur Tengah. Kami juga menjaga hubungan dekat dengan semua pihak, termasuk Rusia," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Cina Geng Shuang pada Kamis (9/1), dikutip laman kantor berita Rusia, TASS.

Geng mengungkapkan, Menteri Luar Negeri Cina Wang Yi telah melakukan pembicaraan via telepon dengan Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov. Mereka bertukar pandangan tentang kerja sama, khususnya di Dewan Keamanan PBB.

"Cina dan Rusia adalah mitra strategis dan anggota tetap Dewan Keamanan PBB. Kami memiliki sikap yang sama (mengenai situasi di Timur Tengah)," kata Geng.

Dia mengatakan Cina siap berkoordinasi erat dengan Rusia untuk menjaga hukum internasional dan stabilitas regional. "Cina juga memainkan peran yang bertanggung jawab dan konstruktif dalam proses yang terjadi di Timur Tengah," ujarnya.

Ketegangan membekap Timur Tengah sejak Amerika Serikat (AS) membunuh Komandan Pasukan Quds Mayor Jenderal Qassem Soleimani di Bandara Internasional Baghdad, Irak, pekan lalu. Pasukan Quds merupakan saya Garda Revolusi Iran yang bertanggung jawab atas operasi ekstrateritorial dan kontraintelijen di kawasan.

Soleimani adalah tokoh militer yang menonjol di Iran. Dia disebut-sebut merupakan orang terkuat kedua setelah Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khameinei. Kematiannya tak pelak membuat Iran berang.

Pada Rabu lalu, Garda Revolusi Iran meluncurkan puluhan misil ke pangkalan udara Ain al-Asad di Irak. Pangkalan tersebut merupakan fasilitas yang dioperasikan bersama oleh pasukan Irak dan AS.

Garda Revolusi Iran menyebut serangan ke Pangkalan Ain al-Asad hanya permulaan dari serangkaian balas dendam atas dibunuhnya Soleimani oleh AS. "Kami memperingatkan semua negara sekutu AS bahwa jika serangan dilancarkan dari pangkalan di negara mereka ke Iran, mereka akan menjadi sasaran pembalasan militer," kata Garda Revolusi Iran. 

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA