Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Popularitas PM Australia Menurun Akibat Kebakaran Hutan

Senin 13 Jan 2020 15:07 WIB

Rep: Dwina Agustin/ Red: Christiyaningsih

Popularitas Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menurun tajam akibat kebakaran hutan. Ilustrasi.

Popularitas Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menurun tajam akibat kebakaran hutan. Ilustrasi.

Foto: EPA-EFE/Peter Rae
Popularitas Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison menurun tajam

REPUBLIKA.CO.ID, SYDNEY -- Sebuah jajak pendapat baru menunjukkan popularitas Perdana Menteri (PM) Australia Scott Morrison telah menurun tajam. Kondisi ini terjadi di tengah kemarahan warga atas penanganan pemerintah terhadap kebakaran hutan.

Dikutip dari Aljazirah, Newspoll menunjukkan peringkat persetujuan Morrison turun 8 poin ke level terendah sejak mengambil alih kepemimpinan Partai Liberal pada Agustus 2018. Survei ini melibatkan 1.505 orang dari Rabu hingga Sabtu lalu.

Jajak pendapat itu diambil setelah Morrison mengumumkan dana pemulihan hutan sebesar 2 miliar dolar Australia dan menyerukan tiga ribu tentara cadangan untuk mendukung pekerja darurat negara. Morrison diserang karena lamban menanggapi krisis yang belum pernah terjadi sebelumnya. Bahkan dia mengambil liburan keluarga ke Hawaii ketika kebakaran terjadi.

Morrison mengatakan akan membawa proposal kepada Kabinet untuk mengadakan penyelidikan nasional untuk kebakaran hutan pada Ahad. Pengajuan ini juga akan memeriksa respons terhadap krisis, peran dan kekuatan pemerintah federal, dan dampak perubahan iklim.

"Kami telah mendengar pesan itu dengan keras dan jelas dari orang-orang Australia," kata Bendahara Australia Bendahara Australia Josh Frydenberg Senin (13/1).

Para pejabat mengonfirmasi 11,2 juta hektar tanah telah dihancurkan oleh api yang telah menyala selama berbulan-bulan. Kondisi ini terus meningkat karena angin yang tidak menentu dan suhu di atas 40 derajat Celcius.

Negara bagian New South Wales mengalami kondisi kebakaran terparah. Sebanyak 111 titik kebakaran masih terjadi pada Ahad malam. Kondisi mereda selama akhir pekan ini dengan perkiraan akan berlangsung beberapa hari ke depan.

"Jika ramalan curah hujan BOM (Biro Metereologi) ini membuahkan hasil, maka ini semua akan menjadi hadiah Natal, ulang tahun, pertunangan, ulang tahun, pernikahan, dan kelulusan kami digulung menjadi satu. Jari-jari bersilangan," kata Dinas Pemadam Kebakaran Pedesaan NSW di Twitter.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA