Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Sabtu, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 Januari 2020

Udara di Sejumlah Permukiman Melbourne Berbahaya, Sedikit Lebih Baik dari India

Selasa 14 Jan 2020 09:22 WIB

Red:

.

.

Angka polusi udara di tingkat yang membahayakan manusia.

Kualitas udara di berbagai kawasan permukiman di Melbourne berada di tingkat bahaya Selasa pagi (14/01), karena asap dari kebakaran hutan di East Gippsland dan di kawasan timur laut.

Baca Juga

  • Kualitas udara di beberapa pemukiman di Melbourne di tingkat bahaya
  • Beberapa kolam renang luar ruangan ditutup dan lomba pacuan kuda dibatalkan
  • Ada lebih dari 190 panggilan darurat kebakaran karena alarm asap yang berbunyi

 

Data yang dikeluarkan Otoritas Perlindungan Lingkungan (EPA) menyebutkan angka polusi udara di tingkat yang membahayakan manusia tercatat di sejumlah stasiun pemantau cuaca, seperti di Melton, Macleod, Mooroolbark, Alphington, Box Hill, Dandenong, Brighton, Brooklyn, Footscray dan Coolaroo.

Tingkat yang sama juga berlaku di kota yang terdampak langsung kebakaran hutan, seperti Omeo dan Orbost. Sementara di wilayah timur laut polusi udara akan memburuk di sore hari.

Tingkat kualitas udara di kawasan permukiman di Box Hill masuk kategori salah satu yang terburuk di dunia, bahkan kualitasnya sedikit lebih baik dari kota di India.

Kepala Kesehatan negara bagian Victoria, Brett Sutton, mengatakan penurunan tingkat kualitas udara di Melbourne disebabkan karena suhu yang lebih dingin yang membuat partikel udara mendekati permukaan tanah.

 

Dinas Pemadam Kebakaran Metropolitan Melboourne (MFB) mengatakan mendapat 192 panggilan karena alarm kebakaran sejak pukul 10 tadi malam, kebanyakan alarm berbunyi karena kabut asap.

Beberapa kolam renang publik yang berada di ruang terbuka ditutup, karena kondisi kabut.

Pertandingan pacuan kuda di Werribee, sekitar 33 km dari kota Melbourne, juga telah dibatalkan.

Pihak penyelenggara turnamen tenis Australia Terbuka di Melbourne mengatakan telah menghentikan sementara pertandingan babak kualifikasi, sejumlah sesi latihan bagi para pemain.

Sementara turnamen tenis lainnya, Kooyong Classic yang seharusnya dimulai Selasa sore (14/1), masih terus memantau situasi.

 

Jason Choi petugas EPA mengatakan kabut asap yang mulai memburuk sejak kemarin, besar kemungkinan akan terus menyelimuti Melbourne sampai Rabu sore (`15/01).

Diharapkan hujan yang diperkirakan akan turun mulai besok akan membersihkan asap.

Pihak berwenang telah menyarankan mereka yang mengidap asma, hamil, dan berusia di atas 65 tahun, atau di bawah 14 tahun untuk membatasi kegiatan di luar ruangan sebisa mungkin.

"Tidak biasanya kita melihat tingkat polusi udara seperti ini," kata Jason kepada ABC Radio Melbourne.

 

Salah seorang pengendara sepeda, Luke Johnson mengatakan pagi ini dia bersepeda dari Blackburn ke pusat kota Melbourne sejauh 20 km.

Kemudian di beberapa kilometer terakhir ia merasa dirinya telah menghirup asap yang semakin banyak.

"Menurut saya sebenarnya tidaklah terlalu buruk," katanya.

Gayle Cowling, yang berjalan kaki ke tempat kerja mengatakan dia mengalami kesulitan bernapas, karena udara yang berbau asap.

"Sedih juga melihat banyak kebakaran semak. Kalau di sini saja begini, saya tidak bisa membayangkan bagaimana keadaannya di lokasi kebakaran," katanya.

Seorang pengendara mobil, Trevor mengatakan bahwa jarak pandangnya hanya 100 meter di beberapa kawasan saat dia menyetir dari Mornington Peninsula ke Melbourne, sekitar 75 km perjalanan.

Dia mengatakan kecepatan kendaraan hanya bisa sekitar 40 km per jam ketika mendekati kota, padahal biasanya kecepatan rata-rata adalah 60-70 km per jam.

Lihat berita selengkapnya dalam bahasa Inggris di sini.

BACA JUGA: Ikuti Serial Sejarah dan Peradaban Islam di Islam Digest , Klik di Sini
Disclaimer: Berita ini merupakan kerja sama Republika.co.id dengan ABC News (Australian Broadcasting Corporation). Hal yang terkait dengan tulisan, foto, grafis, video, dan keseluruhan isi berita menjadi tanggung jawab ABC News (Australian Broadcasting Corporation).
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA