Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Saturday, 23 Jumadil Awwal 1441 / 18 January 2020

Hong Kong Kucurkan Dana Besar untuk Rehabilitasi Ekonomi

Rabu 15 Jan 2020 00:18 WIB

Rep: Rizkyan Adiyudha/ Red: Nur Aini

Demonstrasi di Hong Kong.

Demonstrasi di Hong Kong.

Foto: Vivek Prakash/EPA
Ekonomi Hong Kong jatuh ke resesi setelah diguncang demonstrasi berbulan-bulan.

REPUBLIKA.CO.ID, HONG KONG -- Kepala Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menyebut pemerintah akan mengucurkan dana sebesar 10 miliar dolar Hong Kong untuk merehabilitasi perekonomian. Kondisi ekonomi Hong Kong terguncang akibat protes anti-pemerintah yang terjadi selama berbulan-bulan.

Baca Juga

Carrie Lam mengatakan, aksi tersebut telah merusak kepercayaan bisnis di pusat keuangan global. Seperti diwartakan Reuters, Selasa (14/1) Hong Kong tenggelam ke dalam resesi untuk pertama kalinya dalam satu dasawarsa terakhir.

Protes terhadap pemerintah yang terjadi begitu lama memaksa sejumlah perusahaan menutup kegiatan mereka. Hal itu juga membuat sektor pariwisata Hong Kong terganggu. Protes telah menakuti para pelancong.

Pengeluaran baru yang diusulkan itu dihadapkan memberikan total stimulus 35 miliar dolar Hong Kong sejak musim panas ini, ketika protes meningkat. Langkah-langkah tersebut menargetkan para lansia, pengangguran, dan penduduk berpenghasilan rendah dengan rencana memberikan bantuan tunai dan manfaat lainnya.

Pemerintah Hong Kong juga berencana untuk meningkatkan hari libur resmi dari 12 menjadi 17 hari. Namun, hal itu masih tergantung pada diskusi dengan para pelaku usaha.

Sementara, protes terhadap pemerintah sudah dimulai pada Juni lalu. Mereka meneriakkan penolakan terhadap RUU ekstradisi yang sekarang telah ditarik kembali.

RUU tersebut memungkinkan tersangka kriminal di Hong Kong dikirim ke Cina untuk diadili di pengadilan yang dikendalikan oleh Partai Komunis. Hal tersebut dianggap penduduk setempat juga membuktikan adanya campur tangan Beijing ke dalam daerah otonomi tersebut. Namun, pemerintah Cina membantah campur tangan yang dituduhkan.

Pada Senin (13/1), Carrie Lam bergabung dengan pejabat pemerintah lainnya di sebuah forum keuangan regional. Mereka memastikan kekuatan dan ketahanan perekonomian Hong Kong.

"kekuatan dan ketahanannya, seperti sistem keuangan kami, belum dirusak meskipun secara fakta bahwa kami mengalami banyak sosial kerusuhan dan tantangan," katanya.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA