Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Tuesday, 24 Jumadil Akhir 1441 / 18 February 2020

Israel Pindahkan Tahanan Anak Palestina Tanpa Pendampingan

Rabu 15 Jan 2020 00:11 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Christiyaningsih

Israeli Prison Service (IPS) memindahkan setidaknya 33 tahanan anak-anak Palestina. (ilustrasi)

Israeli Prison Service (IPS) memindahkan setidaknya 33 tahanan anak-anak Palestina. (ilustrasi)

Foto: www.infopalestina.com
Israeli Prison Service (IPS) memindahkan setidaknya 33 tahanan anak-anak Palestina

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM -- Israeli Prison Service (IPS) memindahkan setidaknya 33 tahanan anak-anak Palestina dari penjara Ofer ke Damoun pada Senin. Pemindahan ini dikritik oleh aktivis Palestina dan organisasi sipil karena tahanan anak-anak tersebut tidak didampingi perwakilan orang dewasa.

"Langkah ini menempatkan anak di bawah umur dalam risiko tindakan kasar oleh IPS karena tidak ada pendamping orang dewasa," kata  Palestinian Prisoners' Society (PPS) dilansir Aljazirah, Selasa (14/1).

Seorang peneliti di Pusat Studi Tahanan Palestina, Amina al Tawil, mengatakan pemindahan tahanan anak-anak di bawah 18 tahun tanpa didampingi oleh orang dewasa merupakan pelanggaran hukum. Sebab, anak-anak itu berisiko disiksa oleh pasukan Israel sehingga membahayakan jiwa mereka.

"Selain risiko disiksa secara fisik oleh pasukan Israel, pemindahan ini membahayakan jiwa anak-anak Palestina ini," ujar al Tawil.

Pemindahan tahanan Palestina biasanya menggunakan bosta yakni sebutan untuk kendaraan pembawa tahanan. Bosta adalah kendaraan yang memiliki jendela gelap serta dilengkapi dengan kursi-kursi yang terbuat dari logam. Di kursi-kuris itu, para tahanan duduk dengan tangan dirantai.

Pemindahan tahanan biasanya dapat memakan waktu hingga 12 jam atau lebih, tanpa jeda istirahat makan atau buang air. Penjara Ofer terletak di pinggiran kota Ramallah, sedangkan penjara Damoun berada di kota pesisir Haifa. Al Tawil mengatakan Damoun adalah salah satu penjara terburuk.

"Menurut tahanan yang pernah menghabiskan waktu di sana (Damoun) sel-sel penjara itu penuh dengan jamur dan tidak layak untuk dihuni manusia, penjara itu tidak menyediakan kebutuhan sehari-hari," ujar al Tawil.

Penjara Damoun juga menampung para tahanan Israel terkait tuduhan kriminal seperti pembunuhan, perampokan, dan penyelundupan narkoba. Israel tidak menyatukan tahanan Palestina dengan tahanan kriminal Israel. Namun ketika proses transfer, tahanan Palestina dan tahanan kriminal Israel berada dalam satu bosta.

"Kontak dekat ini menempatkan nyawa para tahanan Palestina dalam risiko karena para tahanan Israel membuat ancaman dan kekerasan verbal yang terus-menerus. Seorang anak akan terpengaruh oleh ini sehingga menambah lebih banyak tekanan pada kondisi mentalnya," kata al Tawil.

IPS tidak memberikan alasan kenapa mereka memindahkan tahanan anak-anak Palestina di bawah umur tanpa pendampingan orang dewasa. Hingga berita ini diturunkan, IPS tidak menanggapi komentar.

Menurut kelompok hak asasi tahanan, Addameer lebih dari 12 ribu anak-anak Palestina telah ditahan oleh tentara Israel sejak tahun 2000. Mereka mendekam di penjara yang sama dengan tahanan dewasa Palestina.

Kelompok-kelompok kemanusiaaan seperti UNICEF telah lama mendokumentasikan pelanggaran Israel terhadap tahanan anak-anak Palestina. Ini adalah praktik umum bagi pasukan Israel untuk menginterogasi tahanan anak-anak tanpa kehadiran orang tua atau wali mereka. Banyak yang melaporkan bahwa mereka dipaksa menandatangani pengakuan tertulis dalam bahasa Ibrani yang tidak mereka ketahui.

Saat ini, ada 200 anak di bawah umur yang mendekam di penjara-penjara Israel yang tersebar di Ofer, Damoun, dan Megiddo. Tahanan dewasa Palestina di Ofer biasanya merawat mereka dengan membantu mereka menyesuaikan diri, menyusun rencana pelajaran, menawarkan dukungan psikologis, dan mewakili mereka dalam setiap perselisihan dengan IPS.

Mantan tahanan Palestina dan pengawas tahanan anak di Ofer, Loay Mansi, mengatakan kepada kantor berita lokal Palestina bahwa dia memberikan pelajaran tentang budaya dan sejarah Palestina. Selain itu, dia juga memberikan pendidikan kepada anak di bawah umur seperti kelas bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Mansi telah menghabiskan 15 tahun di penjara Israel sebelum akhirnya dibebaskan. Dia meminta organisasi hak asasi manusia untuk mengunjungi penjara Damoun, untuk melihat secara langsung penderitaan anak-anak Palestina dan pelanggaran yang dilakukan Israel.

Baca Juga

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA