Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Wednesday, 17 Rabiul Akhir 1442 / 02 December 2020

Abu Gunung Taal Filipina akan Dibuat Batu Bata

Rabu 15 Jan 2020 12:19 WIB

Rep: Rizky Jaramaya/ Red: Nur Aini

Pasangan di Filipina melaksanakan pernikahannya dengan latar letusan Gunung Taal, Batangas Filipina, Sementara  pernikahan berlangsung di Alfonso, Cavite, Philippines, January 12, 2020, in this image obtained from social media.

Pasangan di Filipina melaksanakan pernikahannya dengan latar letusan Gunung Taal, Batangas Filipina, Sementara pernikahan berlangsung di Alfonso, Cavite, Philippines, January 12, 2020, in this image obtained from social media.

Foto: Courtesy of Randolf Evan Photography/Social Media via REUTERS
Gunung Taal mengeluarkan abu vulkanis setinggi 15 kilometer pada Ahad (12/1).

REPUBLIKA.CO.ID, MANILA -- Pemerintah kota Binan memanfaatkan abu dari letusan Gunung Api Taal untuk diubah menjadi batu bata. Dalam sebuah unggahan di Facebook, Wali Kota Binan, Arman Dimaguila menyatakan, abu vulkanis dapat diubah menjadi batu bata melalui mesin pembuat batu bata darurat.

Menurut seorang pejabat pemerintah daerah Binan, Fatima Nona Alon, Wali Kota Dimaguila telah memerintahkan setiap rumah tangga di kota tersebut untuk mengumpulkan abu vulkanis di sekitar lingkungan mereka. Abu vulkanis akan dibawa ke fasilitas pemulihan material kota untuk diubah menjadi batu bata.

"Wali Kota Dimaguila memerintahkan penduduk agar tidak menyiram abu tapi mengumpulkan abu tersebut, dan kemudian memasukkannya ke dalam karung," ujar Alon dilansir Rappler, Rabu (15/1).

Baca Juga

Operasi pembersihan setelah erupsi Gunung Taal merupakan bagian dari program kota Binan. Alon mengatakan, program itu dimulai setelah Wali Kota Dimaguila memerintahkan para pejabat untuk berkooordinasi dalam meningkatkan inovasi di Binan.

Gunung Api Taal mulai memuntahkan abu vulkanis pada Ahad (12/1) sore. Letusan itu  menghasilkan abu setinggi 10 hingga 15 kilometer. Beberapa daerah, termasuk Calabarzon dan Metro Manila, mengalami hujan abu.

Pemerintah Filipina melarang warga untuk kembali ke rumah-rumah mereka yang berada dekat dengan Gunung Taal. Menteri Pertahanan Delfin Lorenzana, Gunung Taal masih dalam status siaga.

"Orang-orang tidak diizinkan untuk kembali ke sana, karena sangat berisiko jika terjadi letusan susulan," ujar Lorenzana dilansir CNN Philippines.

Para ahli vulkanologi menyatakan bahwa status Gunung Taal masih dalam level siaga 4. Mereka memperingatkan tentang kemungkinan terjadinya letusan susulan.

Pihak berwenang mengatakan, semua warga yang tinggal di sekitar Gunung Taal telah dievakuasi. Namun, beberapa warga tampak kembali ke kediaman mereka pada Selasa (14/1) untuk memeriksa kondisi rumah dan barang-barang mereka. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA