Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Monday, 23 Jumadil Akhir 1441 / 17 February 2020

Lima Senjata Tercanggih Prancis

Kamis 16 Jan 2020 08:52 WIB

Rep: Lintar Satria/ Red: Nur Aini

 Tentara Prancis mengikuti pelatihan senjata, ilustrasi

Tentara Prancis mengikuti pelatihan senjata, ilustrasi

Indonesia bekerja sama pertahanan dengan Prancis.

REPUBLIKA.CO.ID, PARIS -- Pemerintah Indonesia memperkuat kerja sama industri pertahanan dengan Prancis. Seberapa kuat militer Prancis sehingga menjadi mitra strategis pertahanan yang cukup penting bagi Indonesia. Dilansir dari National Interest berikut lima senjata terkuat Prancis:

Baca Juga

1. Dassault Rafale

Pada awal 1980-an pesawat jet Dassault Rafale menjadi fighter multi-peran yang menggantikan seluruh warisan pesawat tempur Prancis. Hampir seluruh bagian Rafale mulai dari badan, avionik, mesin dan senjata asli buatan Prancis.

Walaupun berbadan kecil Rafale dilengkapi senjata-senjata besar. Ada 12 cantelan di sayap pesawat itu dilengkapi rudal air-to-air, air-to-ground, sensor dan penghancur tank.

Walaupun berusia 30 tahun tapi banyak bagian pesawat itu yang sudah diperbaharui. Rafale dilengkapi radar multi-peran RBE2 AA, pod penargetan Damocles, rudal Mateor air-to-air dan rudal penjelajah SCALP.

Dengan peralatan terbaru ini Rafale tidak kalah dengan pesawat tempur generasi terbaru. Versi terbaru dari pesawat ini dapat membawa rudal penjelajah hulu ledak nuklir jarak menengah ASMP-A  

2. Tank Tempur LeClerc

Tank tempur utama Prancis, LeClerc dirancang diakhir Perang Dingin untuk menggantikan seri tank AMX30. Seberat 57 ton, LeClerc menjadi salah satu tank paling kecil yang diproduksi saat ini.

Dengan mesin 1.500 tenaga kuda dan beban yang ringan, LeClerc setara dengan tank yang lebih berat M1A2 Abrams. Seperti Abrams, LeClerc juga dilengkapi basoka 120 milimeter dan senjata mesin 40 rounds.

Angkatan Darat Prancis mengoperasikan 462 tank LeClerc. Uni Emirat Arab juga memiliki tank tersebut. Baru-baru ini tank LeClerc Uni Emirat Arab sempat terlihat beroperasi di Yaman melawan pemberontak Houthi.

3. Helikopter Tempur Tiger

Demi menjawab AH-64 Apache dari Amerika Serikat (AS), perusahaan Eropa Eurocopter mengeluarkan helikopter tempur Tiger. Helikopter itu awalnya helikopter penghancur tank. Tapi diubah menjadi helikopter multi-peran.

Pracis mengoperasikan dua versi helikopter Tiger yaitu HAP (Hélicoptère d'Appui Protection/Helikopter Pendukung dan Pengawal) kombat multi-peran dan HAP (Hélicoptère d'Appui Destruction/Helikopter Penghancur dan Pengawal) kombat pendukung. Bentuk Tiger sama seperti helikopter tempur sejenis. Dua orang kru yang di dalam kokpit. Helikopter ini dilengkapi senjata 23mm rounds, sehingga dapat melindungi diri dari senjata anti-pesawat.

Dua mesin Rolls-Royce MTR390 membuat Tiger dapat melaju 196 mil per jam.

4. Pesawat Induk Charles de Gaulle

Charles de Gaulle tidak hanya satu-satunya kapal induk berkekuatan nuklir yang bukan dari AS. Kapal induk itu juga satu-satunya kapal induk Prancis.

Rencana awalnya Prancis ingin membuat dua kapal induk. Tapi pembangunan kapal kedua dibatalkan karena masalah biaya.

Dengan berat 42 ribu ton, berat Charles de Gaulle hanya setengah dari kapal induk super AS kelas Nimitz. Kapal induk tersebut dapat membawa 40 pesawat di landasannya.

Kapal induk itu biasanya membawa pesawat tempur Rafale M multi-peran, pesawat serang Super Etandard, dan E-2C Hawkeye. Tidak seperti kapal induk AS, Charles de Gaulle tidak memiliki kapasitas anti-kapal selam. Tugas itu diserahkan kepada kapal pengawalnya.  

5. Kapal Selam Rudal Balistik Triomphant

Kekuatan balistik nuklir darat Prancis berkurang, membuat Negara Ayam Jago memperkuat kekuatan nuklir di laut. Prancis memiliki empat kapal selam rudal balistik Triomphant, Téméraire, Vigilant, dan Terrible.

Kapal-kapal selam itu membuat Prancis dapat mempertahankan setidaknya satu kapal selam untuk berada dalam keadaan siap setiap waktu. Prancis dapat mengerahkan kekuatan serangan balasan yang mengerikan bila ada serangan nuklir terhadap mereka.

Kapal selam 'bomber' generasi kedua Prancis, Triomphant lebih kecil dengan kapal selama AS dan Rusia. Tonnase kapal itu seberat 8.000 ton.

Tapi kekuatan nuklir membuat jangkauan Triomphant tanpa batas. Triomphant juga dapat berada di dalam air dalam waktu yang lama.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA